6 February 2020

Mendongeng - hari 10

Menara haman.

Bagian terpenting dari maksud-maksud kami membacakan cerita ke nau adalah tauhid. Kami ingin memperbanyak khasanah islamnya dengan cara yang asik dan menarik. Dari buku misalnya. Kami bisa membawakan nasehat tersirat di dalamnya dan doa-doa kecil di belakangnya dari cerita-cerita ini.

Kisah menara haman.

Mengajarkan untuk meluruskan tauhid. Bahwa Allah satu yang patut disembah. Buku ini menceritakan tentang menara langit yang dibangun firaun pada zaman nabi musa. Haman disebut beberapa kali oleh Allaah di alquran. Menunjukkan betapa manusia tersombong itu sudah mencapai puncak kepongahannya. Menantang Musa dengan minta ditunjukkan mana Tuhan. Membangun menara setinggi-tingginya hinga mencapai menyentuh langit untuk mencari dan menantang Tuhannya nabi Musa.

Sementara Musa, tetap dalam ketauhidannya, bersabar dan terus melawan kesombongan dan kezoliman Firaun dengan bantuan Allaah.

4 February 2020

Mendongeng - hari 9

Kisah mengenai seekor anak beruang yang kehilangan ibunya mulai menarik untuk naura. Entah karena kisahnya atau bukunya yang terkesan interaktif karena disisipi banyak aktivitas untuk anak balita seusianya. Nau juga belajar mengenai kasih sayang sesama dan keikhlasan menolong mereka yang membutuhkan.

Hari itu satu keluarga berkeliling kebun binatang. Mereka melihat satu beruang menangis ketakutan sendirian. Beruang itu bernama Beru. Beru terpisah dari ibunya. Ia tidak tahu jalur pulang menuju kandang beruang.

Kisah yang nampak khayal bagi orang dewasa mengenai bagaimana bisa seekor beruang terpisah dari kelompoknya di kebun binatang. Tapi nyatanya cerita seperti ini menarik untuk nau. Mengembangkan imajinasinya untuk mengarang cerita perjalanan dari kandang ke kandang hingga akhirnya bisa bertemu ibu Beru.

Mendongeng - hari 8

Keajaiban Ikhlas

Buku ini menceritakan kisah harian yang hampir sering terjadi di nau. Jdi buku ini ngena banget di naura karena dia merasa kejadiannya dekat dengan hidupnya.

Seorang anak laki-laki yang sedih kehilangan salah satu baju kesayangannya dan menolak memakai baju yang lain. Nangis sampai sulit sekali dihentikan. Ibu sudah menyimpan stok sabar kok rasanya mau habis saja hehe. Sampai ibu mengajak kakak menuju tingkatan ilmu paling tinggi yaitu ilmu ikhlas. Ikhlas dengan qadarAllah. Ikhlas dengan segala kehilangan yang sudah digariskan Allaah. Ikhlas bahwa semua tidak terjadi begitu saja tapi terjadi atas izin Allaah. Memang sudah waktunya baju menghilang. Pelan-pelan ibu menceritakan kakak mengenai ilmu ikhlas ini sampai akhirnya kakak nampak memahami walau masih sangat bersedih.

Kehilangan baju kesayangan bukanlah hal sepele untuk seorang anak-anak seusianya. Dan sungguh kita orang dewasa hampir tidak habis akal harus memakluminya.

Nau belajar bahwa keikhlasan itu ada atas semua takdir Allaah. Berlapangdada menerima apa yang sudah digariskan Allaah. Ikhlas itu buahnya baik. Ada hadiah dari Allaah dari sebuah keikhlasan. Seperti dibuku ini yang mengisahkan si kakak di pekan berikutnya kedatangan pamannya yang selama ini merantau di negeri seberang. Anak-anak diberikannya oleh-oleh. Kakak membuka oleh-oleh bagiannya dan terkejut gembira bahwa hadiahnya hampir persis dengan bajunya yang hilang. Gambarnya sama persis. Hanya berbeda warna. Kakak senang sekali dan meyakini bahwa Allaah Maha Baik. Bahwa Allaah mengganti dengan yang lebih baik jika kita bisa memahami dan mempraktikkan ilmu ikhlas.

3 February 2020

Mendongeng - hari 7

Keajaiban bersyukur

Mengisahkan ke nau mengenai kisah Yazqi dan Umar yang berkunjung ke Panti Jompo. Nau tentu masih bertanya-tanya karena memang kami belum pernah mengenalkan beliau apa itu panti jompo. Nau hanya sekedar tau perawakan fisik kakek dan nenek seperti rambut beruban memutih misalnya.

Buku ini menceritakan di panti banyak nenek-nenek dengan tongkat. Yang kemudian nau sesekali mengingat suka melihat di lampu merah dekat rumahnya. Disana memang ada peminta-minta yang bertongkat.

Di panti, Yazqi bertemu seorang nenek yang sedang bersedih. Mereka menghampiri dan nenek pun menceritakan kisahnya.

Buku ini mengajarkan nau untuk menghormati dan menyayangi orangtua terutama sosok kakek dan neneknya yang alhamdulillaah keempatnya masih sehat walafiat. In syaa Allaah.

30 January 2020

Mendongeng - hari 6

Mendongeng dari apa yang ditonton.

Belakangan nau lagi suka nonton Omar Hana. Hampir setiap jam nau minta diceritakan kembali atau bahkan aku harus suka ria mendengarkan ia bercerita apa yang dilihatnya di serial Omar Hana.

Seputar kuman dan cuci tangan. Aku memang belum banyak mengenalkan nau tentang hubungan kuman dan cuci tangan. Sejauh ini baru sebatas mewajibkan dia cuci tangan sebelum dan setelah makan. Tanpa aku bercerita tentang kuman. Tanpa dia tanya pun kenapa-nya. Yang dia tahu hanya -Kalau nggak cuci tangan nanti lengket tangannya kotor-. Udah gitu. Sementara mengenai kuman, dia hanya tau itu ada di gigi yang tidak rajin disikat.

Serial Omar Hana yang lagi berulang kali dia putar adalah mengenai hubungan dari kebiasaan cuci tangan - kuman - sakit.

"Mah, kotor banyak kumaaaaan." Kata nau sambil berirama menyanyi mengikuti ayah Omar.

"Mah, kakak Hana sakit ya. Kakak Hana maem kue dari kakak Omar tp kakak Omar megang kucing. Gak cuci tangan. Jadi banyak kuman di tangan sama di perut ya. Kakak Hana jadi sakit ya. Nau takut sama kuman. Nau gak mau sakit kayak kakak Hana."

Masyaa Allaah.

Yuk cuci tangan naak :")

Mendongeng - hari 5

Buku BBW yang masih jadi favorit-

Salah satunya adalah buku 15ribuan tentang Keledai dan Nabi Uzair.

Buku tipis murah bergizi ini masih sering dibawa nau ke kamar untuk minta dibacakan sebelum tidur.

Kisah mengenai Nabi Uzair yang memiliki keledai dan sangat merawat keledainya dengan baik. Memberi makan dengan telaten. Nabi Uzair tidak ingin menjadi manusia yang dibekali akal tapi tidak digunakan untuk berpikir dan berikhtiar, tak berbeda dengan keledai-nya, pikirnya.

Semoga kami bisa meneladani Nabi Uzair dengan sikap gigihnya dan penuh kasih sayangnya.

Mendongeng - hari 4

Masih Woof kapten egois.

Kami mulai mencoba fokus satu-satunya buku cerita imajinatif yang dimiliki. Mengenai sekumpulan teman hewan yang bermain bola dalam satu tim yang sama.

Woof, serigala yang egois tidak pernah berpihak pada teman tim. Sayangnya, woof adalah kapten. Jika begini terus, posisi Woof bisa diganti oleh pelatih, kata temannya.

Nau mulai berbinar, membuka halaman demi halaman. Dari buku ini nau belajar bahwa menjadi pemimpin yang disukai tidaklah mudah. Bahwa menjadi pemimpin tidak boleh egois dan terus menyalahkan tim.