19 March 2019

Berdamai dengan masa lalu

Memiliki anak shalihah yang spesial membuat hidup kami (saya dan suami) penuh dengan emosi meluap dalam 1.5 tahun terakhir. Emosi yang cukup baik disalurkan oleh suami, tapi tidak olehku. Tidak ada satu haripun rasanya emosiku tersalurkan dengan baik. Tidak ada satu haripun rasanya aku tidak menangis/marah. Tidak ada satu haripun rasanya aku jalani sebagai ibu dan istri yang tidak baik. Tidak ada satu haripun rasanya aku mengutuki diri sendiri, menghukum diri sendiri, dan jauh dari rasa syukur. Iri hasad dan syaitan2m-syaitan lain terus menggerogoti hatiku.


Mau sampai kapan???



Ya, kehamilan dan persalinanku tidak selancar yang aku banyak baca di dunia maya. Yang aku tau, hamil dan melahirkan itu mudah lancar dan poin-poin menyenangkan lainnya. Kehamilanku mulai ada yang tidak beres di trimester akhir yang atas izin Allah membawaku ke persalinan diatas meja operasi dengan kondisi pre eklampsia.

Kami pikir, semua selesai usia anak kami lahir ke dunia atas izin Allaah. Ternyata berbagai ujian hidup terus berdatangan melalui anak kami yang terlahir prematur. Aku tidak pernah berhenti menyesali hidup ini. Menyesal mengapa aku tidak bisa menjaga kehamilanku dengan sangat baik dan melahirkan sesempurna yang aku baca di dunia maya. Mengapa aku jahat pada bayiku sejak dia di dalam kandungan dengan tidak mengoptimalkan nutrisi2 yang masuk sampai akhirnya tumbuh kembangnya bisa baik seperti teman-teman seusianya.

Rasanya aku manusia paling hina. Karena aku jauh dari rasa syukur. Berkali-kali aku dengar tim medis mengatakan bahwa pre eklampsia tidak ada penyebab pribadinya. Benar-benar terjadi atas izin Allah tanpa ada sebab yang pasti. Dan ini wajar terjadi di setiap ibu hamil. Seharusnya kalimat-kalimat medis itu benar bukan? Tapi aku tetap menyangkal. Mereka hanya ingin membuatku tenang. Mereka hanya ingin membuatku berhenti menyalahkan diri sendiri. Ya kan?!





Sampai kami pada tahap,



Kami hanya pembantu. Yang sementara saja sebentar saja diizinkan mengurus anak kami.


Allah Pemilik anak kami. Allah Yang menciptakan anak ini lengkap dengan segala kekurangan kelebihan rezeki dan mautnya. Lalu, kami bisa apa?

Allah kapanpun bisa mengambil anak ini. Kapanpun Allah mau. Lalu, kami bisa apa?

Sampai kapan aku di tahap ini dan membiarkan hari-hari anak ini berada dalam lingkaran rumah yang menyeramkan, tidak seperti dunia anak lain yang bahagia diluar sana bersama ayah ibunya (?)


Aku cium kening anakku. Minta maaf lalu menangis sejadi-jadinya.




Sungguh, jika seorang muslim boleh berkata "andai saja aku menjaga kehamilanku dengan baik........." pasti sudah aku lakukan sejak dulu. Tapi kini aku tau, itu adalah pintu masuk syaitan dan Allah melarang muslim dekat dengan kalimat "andai saja dulu..." Qadarullah wa masya'a fal. Semua atas izin Allaah.



Sekarang, aku hanya ingin mengoptimalkan waktuku yang sebentaaaar ini untuk terus membersamai buah hati kami. Menjadikan dia bahagia dan bangga dengan aku sebagai mama nya. Aku tau, dengan segala kekurangan dan kepayahanku di masa lalu, aku tetap ibunya. Ibunya yang selalu akan tidak terima kalau ada yang menghinanya. Ibunya yang selalu akan dia cari pertama kali dia bangun membuka matanya.


Masyaa Allaah sungguh aku malu pada Allaah. Bukankah ini yang dulu aku minta bahkan sejak dari aku belum menikah? Bukankah kehadiran buah hati ini yang selalu aku tumpahkan air mataku di atas sajadah? Lalu apa aku sekarang tidak bisa mensyukurinya dan bahkan menyia-nyiakannya? Hanya karena satu dua kekurangannya. Tanpa aku pahami lebih jauh bahwa dia kunci syurgaku. Bahwa dia yang selama ini aku sia-siakan justru bisa menarik ku ke syurga Allah.

Maafin mama, nak.



Aku ingin hidup lebih baik. Hidup tanpa bayang-bayang rasa bersalah. Hidup dengan menerima segala takdir Allaah. Hidup tanpa menyesal apa yang dicatatNya untuk ku. Hidup tanpa menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri, bahkan menyalahkan buah hatiku yang sangat suci tidak tau apa-apa. Bagaimana mungkin aku menyia-nyiakannya sementara dia bisa saja meminta Allah sejak di arsy untuk dilahirkan dari rahim ibu lain, tp dia tdk lakukan bukan? Terimakasih memilih mama menjadi ibumu. Izinkan mama terus belajar membersamaimu, naura.


Love.
Mm.

24 February 2019

Bersiap menuju Kelas Bunda Sayang

Lho, jadi kemarin-kemarin seminggu ini tuh ngerjain macem-macem tapi belum masuk kelas? Iya belum karena kami sedang dalam masa pra-bunsay. Persiapan ketika kelak masuk ke kelas bunsay yang sesungguhnya. IIP regional Bogor untuk sesi sekarang berharap mahasiswinya adalah mahasiswi-mahasiswi pilihan. Adalah mereka yang memang sudah siap betul dengan konsisten dan komitmennya untuk mengikuti perkuliahan. Bagaimana tidak kami dituntut dengan -kokom, sebutan untuk dua poin penting ini- ? Karena perkuliahan tidak sebentar, tidak sehari duahari, melainkan 12 bulan penuh. Tentu pasti bukan hal yang mudah. Untuk itu kami ditempa dengan 4 tugas sederhana tapi sangat penting demi mengupgrade ilmu kami sebagai istri dan ibu di rumah. 4 tugas yang wajib dikerjakan selama 1 pekan. Sekali lagi, terdengar mudah tapi sungguh, kami para ibu dan istri ini berusaha menjalankan tugas ini diantara seabrek tugas domestik dan publik yang menggunung dengan kokom yang kami miliki.

Untuk aku pribadi, aku mendapat ilmu baru seperti penggunaan google classroom. Ternyata cara ini sudah digunakan di matrikulasi batch2 akhir. Sementa
ra aku yang merupakan batch agak awal, masih menggunakan google form sederhana. Ilmu baru, teknologi baru, yang aku dapat di IIP. Kalau bukan dari IIP, ibuk-ibuk sepertiku yang sehari-hari hanya berkutat di suami anak dan dapur sungguh merasa bangga bisa memiliki tambahan ilmu sebagaimana ibuk-ibuk pintar kantoran di luar sana. Masyaa Allaah.

Selama satu pekan ini, segala bentuk pembekalan dari materi, tantangan, sharing dari Mbak Ninis yang masyaa Allaah menginspirasi hidupnya, sharing manajemen gadget, dan tentunya segala support dari TNC Ibuk Tika. Terimakasih kepada jajaran pengurus IP Bogor atas segala lelah waktu dan energi yang dikeluarkan hanya untuk meyakinkan kami bahwa kami bisa dan harus bisa melanjutkan ke kelas Bunda Sayang.

Apapun hasilnya, manut kersanipun Gusti Allaah. Semoga aku bisa bergabung bersama ibuk-ibuk profesional lain di Kelas Bunda Sayang batch 5 dan Allah mudahkan aku ketika memang Allah mengizikan aku menjadi mahasiswi di dalamnya. Aamiin.

21 February 2019

Mama, Ayah, dan Naura

Mengenai mendidik Naura ini sungguh bukan hal sepele bagiku dan bagi suamiku. Dan in syaa Allah ndak Naura aja tapi juga adik2nya kelak. Amanah seberat ini jelas tidak hanya kami bicarakan sehari duahari. Aku mengulik pemikiran (calon) suamiku dulu ketika beliau melamarku, dan banyak poinnya mengenai keluarga, terlebih mengenai anak. Pendidikan anak.

Bagaimana cara beliau menyikapi karakter anak, bagaimana cara beliau memimpinku untuk mendidik Nau, bagaimana mengenai sekolah Nau kelak. Ya, kami membicarakannya detil bahkan sebelum kami berada dalam akad nikah. Proses khitbah yang baginya mencekam karena aku memborbardir dengan pertanyaan-pertanyaan masa depan yang pasti tidak mudah untuk dijawab saat itu.

Pendidikan anak-ku ku mulai dengan memilihkan ia ayah yang in syaa Allah sholeh. Yang mampu menjadi kepala sekolah di sekolah kehidupan kami. Pendidikan agama selalu kami jadikan acuan nomor satu. Semoga kamipun bisa istiqamah dalam mendidik Naura dalam ketauhidan.

Pendidikan Naura tidak hanya sebatas Ayah dan Mama. Naura tidak hanya bergaul dengan kami saja, bukan? Naura memiliki Akung, Oma, Budhe, Om, Tante, Pakdhe, Budhe, Yangti, dan Mbahkung. Dua kepala saja rasanya sangat sulit bersatu. Ini menyatukan dua keluarga dengan banyak kepala? Banyak perbedaan pasti. Banyak kritikan pasti. Apalagi kami besar di lingkungan yang berbeda pendidikannya. Sudah pasti banyak cekcok di dalamnya. Tapi aku selalu berusaha belajar. Aku harus lebih pintar dibanding mereka dalam mendidik Naura. Belajar dari artikel ke artikel. Dari buku ke buku. Dari kulwap ke kulwap. Lalu kemudian aku setor ilmunya ke Ayah Naura dan kami diskusikan biasanya. Maka ketika ada satu dua pola asuhan kami yang mereka anggap aneh, kami bisa memberikan alasan yang bermutu.

Sejauh ini, keluarga menerima cara kami mendidik Naura. Cara kami memberikan MPASI. Cara kami mengajarkan agama. Cara kami mengenalkan Sunnah. Semoga in syaa Allah Naura bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak sholehah seperti istri-istri Rasulullaah. Dan itu tidak akan terwujud jika Mama dan Ayah tidak terlebih dahulu mensholehkan diri. Kami berjanji, Naura :") In syaa Allaah kami pun belajar dari Naura.

19 February 2019

Apa kabar -ingin-ku kemarin?

Hari ini aku masih mencoba istiqamah dengan apa-apa yang aku ikhtiarkan kemarin. Hasilnya? Sedikit lebih baik. Puas? Tentu tidaaaak. Masih jauh dari puas
 Masih jauh dari hasil yang diharapkan. Sungguh lagi-lagi akuasih tenggelam di rutinitas istri dan ibu yang rasanya 'itu-itu' saja. 
Aku coba kalahkan egoku. Ya, ego rumahtanggaku. Toh percuma rumah bersih kalau anak tidak kenal Penciptanya. Baik. Setel speaker quran. Set juz amma. Biasanya aku takut naura kebangun setiap ada suara yang 'mengusik' tidurnya. Ah untuk yang ini aku yakin ini sama sekali tidak mengusik. Bahkan mungkin, ini yang selama ini ingin dia dengar? ya Allah maafin mama, nak :'(  Aku putar kecil volume dan aku dekatkan di tubuhnya, sejak dia tidur pagi, sampai jam makan siang. Baru sesebentar itu memang. Semoga besok dan seterusnya mama bisa lebih istiqamah kenalin Naura dengan ayat suci Allaah. Semoga raga ini bisa terus belajar dan menemani Naura dalam tahapannya bertauhid pada Allaah. Karena ini yang akan kamu lantunkan sepanjang hari sepanjang sholatmu sepanjang hayatmu, nak.



Love,
Mama yang berambisi mendekatkan Naura dengan Allaah. In syaa Allaah.



Ingin-ku hanya akan menjadi angan jika aku tidak bergerak

Bukan hal mudah bagiku untuk bisa istiqomah dalam menyatukan urusan mendidik anak dengan ketauhidan kepada Allah. Sungguh, teori itu terlalu mudah. Sudah berapa grup ku ikuti untuk sekedar mencharge energi keimanan, mencharge ilmu parenting islami. Aku cukup tau apa-apa yang harus ku lakukan. Bagaimana mengenalkan putriku pada agama kami. Bagaimana mendekatkan putriku pada penciptanya. Ya, semua nampak mudah.

Nyantanya, hari-hariku disibukkan dengan urusan domestik. Waktu-waktuku habis untuk urusan yang sebenarnya tidak akan ada habisnya. Mengurusi bisnis kecil-kecilan yang tak pernah membuatku cukup puas misalnya. Lalu? Kapan aku mulai mengenalkan Allah-ku ke Naura?

Rutinitasku seperti berputar itu saja tanpa ujung. Padahal, bukankah sejak bangun tidur, aku bisa mencontohkan Naura bagaimana doa bangun tidur yang disunnahkan Rasulullaah? Bukankah aku bisa mencontohkan Naura bahwa kanan selalu lebih dulu dibanding kiri? Se-sepele ini sebenarnya untuk urusan kegiatan sehari-hari kami. Tapi, istiqamah untukku sekali lagi bukan hal yang sepele.

Aku ingin fokus pada satu kegiatan yang terlalu sulit ku lakukan. Padahal, hampir semua ibu di luar sana melakukannya demi memiliki anak sholehah. Lalu, kenapa aku mau-maunya terkunci dalam rutinitas mengurusi Naura tanpa membawa Allah di dalamnya (?) Aku ingin mengenalkan Naura pada ayat2 Allah. Terlambat mungkin di usia Naura yang hampir menginjak 2 tahun ini. Aku ingin Naura terbiasa mendengar yang baik. Mendengar juz amma. Percuma sejak berbulan-bulan lalu beli speaker al quran kalau hanya untuk mendengarkan lagu tentang santri, bukan? Ini bukan tujuanmu saat memutuskan membeli speaker Al quran, Gita.

Aku hanya ingin putriku kenal Allah-ku. Aku ingin putriku terbiasa mendengar juz amma. Aku ingin putriku kelak hafal dengan ayat-ayat Allah. Tapi, ingin-ingin ini akan terus jadi angan-angan kalau aku tidak bergerak. Hari ini, aku bertekad istiqamah dengan inginku. Semoga Allah mudahkan.

#ipbogorbergerak #semangatbundasayang

13 May 2018

Berburu Newborn Stuff - Part 3

Huh Hah Huh Hah!
Lanjut ke kebutuhan bayi, hihi seru ya hunting-hunting~

KEBUTUHAN BAYI

✔ Pakaian

1. Popok kain.
Naura punya 2 lusin dan ini lebih dari cukup. Hehe. Popok kain ini gak harus merk oke ya, yang biasa-biasa aja juga gakpapa. In syaa Allah gak kepake lama. Apalagi kalo ibuknya kayak aku yang urus sendiri tanpa helper dan gamau banget nyuci-nyuci, duh pasca SC sih salut aja kalo bisa nyuci popok xp

2. Diapers
Ibuk-ibuk WAJIB KUDU HARUS Melek info harga diapers!!!! Plis ini harus. Karena apa? Karena ini akan kepakeeee teruuuuus sampai bayi bisa bak dan bab di toilet. Dan diapers ini harganya gak muraaaah. Jadi harus update info dan caari tau mana yang muraaaaaaaah. Aku selalu cari di internet. Kalau masih NB masih pakai diapers perekat, itu masih murah. Tapi kalau sdh pakai diapers tipe celana, itu ngap-ngap-an sih :')))) alhamdulillaah adaaaa' aja rejekinya dari Allaah yaa.

3. Selimut bayi
Aku punya selimut bayi 1/2 lusin. Ini bisa jadi macem2 kok. Nyetok banyak juga gak rugi. Karena bisa jadi bedongan, bisa jadi alas stroller, bisa jadi alas tiduran di jok mobil/tempat umum, bisa jadi alas ompol, bisa jadi selimut. Kalau aku sih biar murah hehe (tapi kudu niat), beli bahan di tanah abang, bilangnya bahan bedong kaos gitu. Lalu aku bawa ke penjahit untuk dijahit pinggirnya. Apa ya namanya aku lupa (?). Ohya untuk bahan selimut/bedong, sangat aku sarankan bahan kaos ya, jangan bahan flanel. Secara harga lebih mahal bahan kaos sih tapi worth it. Adem halus nyaman enak.

4. Baju bayi newborn
1/2 lusin (ini kudu punya karena gak bakal ada yang ngasih sih kayaknya haha kan kepakenya juga bentar)

5. Jumper & Sleepsuit
Masing-masing 1 pcs aja :p (pengalaman, banyak kado kok in syaa Allah jd gausah beli jumper banyak hehe)

6. Celana pop
2 lusin. Ini kepake banyak dan sampai gede sampai bayi toilet training.

7. Kaos kaki
Cuma kepake bentar pas bayiii banget aja. Punya dikit aja, 6 pcs kayaknya udah banyak :)

8. Sarung tangan & kaki
Stok 1/2 lusin kali ya. Kepakenya sebentar, tapi berguna supaya bayi gak garuk-garuk hehe. Dan harus rajin ganti karena tangan bayi masih gampang keringetan.

9. Topi
Penting buat newborn kalo jalan2 hehehe.

10. Selimut topi
Buat keluar dari RS dan buat dekbayi keluar kamar kalau ada tamu dtg buat liat dekbayi hehe.

11. Singlet
Butuuuuh. Jabotabek panas euyyy. Beli selusin (mix ukuran) juga bisaaa. Kepake bgt ini sih sampe dia MPASI hehe.

Dari pakaian bayi ini, yang menurut aku gak penting, gak usah beli karena gak kepake di Naura adalah:

Sepatu prewalker.
Kacamata berjemur.
Gurita

✔ Perlengkapan mandi & kosmetik

1. Bak mandi
Yang plastik aja kayak Lion Star gitu2 haha. Gausah yg hits2 yg kudu dipompa, yg ada sensor panas, dll haha.

2. Baby bather
Ini sangaat berguna buat aku yang sehari2 cuma berdua Nau dan ngurus Nau 'sendirian'. Kebantu bgt mandiin Nau pakai baby bather duduk :)

3. Perlak
Ini buat newborn-3bln sih ya, mandi diatas perlak

4 . Waslap
6 pcs cukup

5. Handuk bayi
3 pcs cukup (palingan dpt kado banyak kalo anduk mah hehehe)

6. Baskom kecil plastik
3 pcs. Ini kepake buat macem2. Sampe gede pun.

7. Kapas
Ini tergantung bagaimana cara kita men- thaharah bayi. Aku senang pakai kapas yang dibasahi air, lalu disapukan ke bekas bab/bak. Kapas ini awal2 aku pakai kapas bulat khusus bayi etapi kerasa lama2 mahalnya hehe jd pakai kapas kiloan deeeh. Sampe skrg msh nyisa euy, murah dan aweeet.

8. Kresek item
Ini jg tergantung cara thaharah. Kalau kebiasaanku, selalu membuang diapers bekas pakai ke kresek item, iket, baru kemudian masuk tong sampah

9. Sabun bayi top to toe / 2in 1.
Jadi bisa sekaligus buat sampo. Ini beli aja satu dulu merk apapun ukuran terkecil. Karena ini cocok2an. Rawan alergi. Kalo cocok baru bisa lanjut.

10. Handbody/Pelembab
Paling gak, punya 1. Terutama utk kulit bayi yg sensitif kayak Nau, gampang kering.

11. Cologne
Gak perlu jg gakpapa

12. Telon
Gak perlu jg gakpapa. Tapi Nau pake buat anget2an dan alhamdulillah ga alergi telon. Ada lhoo bayi alergi telon, jd jangan banyak2 yaa kasihnyaa.

13. Bedak bayi
Gak usah, krna di dunia medis jg sudah tdk disarankan.

14. Sisir
Hehe Nau kriyep2 anteng kalo disisirin padahal mah rambutnya baru satu 😂

15. Gunting kuku
Aku pakai gunting kuku bentuk gunting bukan bentuk pengungkit cetek-cetek. Ibuk2 jangan lupa belajar dan praktik motong kuku bayi ya :) Kuku bayi itu cepet bgt panjang dan kalo kecolongan bisa garuk2 lecet sana sini

16. Baby Oil
Butuh buat bersihin udel/bekas tindikan anting/daun telinga (daun saja)

17. Cotton bud baby
Untuk bersihin bagian daun telinga (bagian dalam tidak lhooo). Kadang berguna juga untuk ambil upil bayi hehehe

Medis ✔

1. Paracetamol

2. Minyak kayu putih

3. Vicks bayi

4. Salep Transpulmin BB

5. Pure kids inhalant oil

6. Breathy

7. Termometer (Pentiiiing! Hrsnya nmr 1 nih. Penting soale, bahkan dari hari pertama kelahiran, bawaaa ke tempat lahiran. Wajib pantau suhu bayi teruus). Wajib punya dan wajib dibawa kemanamana.

8. Kasa steril
Untuk bersihin lidah/gusi/gigi

Perlengkapan Traveling ✔

1. Diapers bag.
Cari yg enakeun dibawa (kalau Nau pilih ransel. Enak soalnyaa) dan muat banyaaak.

2. Perlak mini / perlak traveling

3. Stok Tisu basah

4. Stok tisu kering

5. Pouch isi obat2an

6. Pouch isi baju ganti

7. Apron menyusui

8. Hand towel

9. Gendongaaan!
Nau stoknya: 1 pcs jarik, 2 pcs geos dan 1 pcs SSC.

10. Stroller
Disesuaikan sj dgn budget kalau ini.

Perlengkapan tidur ✔

1. Kasur bayi dengan kelambu.
Ini tergantung orgtua. Kalau aku pakai karena ayahNau tidurnya bisa kemanamana. Takut ketindih si bayii haha.

2. Bantal set.
Aku punya 1 set. Walaupun tidak disarankan bayi tidir dgn bantal.

Nau tidak pakai:
Baby box
Baby monitor
Bantal menyusui utk aku juga tidak

Perlengkapan cuci ✔

1. Jemuran bulat

2. Jepit jemuran

3. Deterjen khusus bayi (utk 0-3bln paling tdk)

Perlengkapan harian ✔

1. Mainan stimulus / rattle / kerincingan

2. Buku high contrast

3. Rocking chair (Sueeer ini Nau doyaaan dan aku super duper kebantuuu. Wajib lah punya buat investasi)

4 September 2017

Berburu Newborn Stuff - Part 2

Setelah berhasil membuat daftar panjang kebutuhan newborn, saatnya mengelompokkan lokasi dan teknis pembelian barang-barang bayi ini! Hihi sebagai calon Mama baru saat itu, aku sangat superduper excited perihal ini! :))

Setiap Ibu pasti ada pertimbangan tersendiri ya mengenai babystuff. Jadi daftar ini bukan daftar mutlak mayoritas Ibu, bukan. Jadi tetap kembali pada masing-masing Ibu mengenai pertimbangan -
Daftar ini merupakan daftar kebutuhan menjelang kelahiran bayi kami yang sudah kami evaluasi seiring berjalannya waktu pasca kelahiran, baik kebutuhan bayi maupun kebutuhanku sebagai Ibu baru:

KEBUTUHAN IBU

1. Tas atau koper atau apapun untuk dibawa ke RS berisi perkakas ibu dan bayi di hari-hari awal kelahiran.
Ini pentiiiiing! Dan sebaiknya disiapkan dari kehamilan usia 7 bulan, karena hanya Allah Yang Tau kapan bayi di kandungan akan kita lahir ke dunia. Siaga jauh lebih baik daripada buru-buru dadakan masukin ini-itu yang akhirnya banyak ndak kebawa dan suami harus bolak-balik rumah. *curhat* *pengalaman* haha. Btw, untuk urusan tas ini, kami bawanya tas jinjing 1 dan daypack 1. Wkwk emang dasar si Bapak cah gunung jadinya tasnya daypack, tidur di samping ranjang ruang ranap RS pun pake sleepingbag wkwk.
Oiya di dalamnya jangan lupa diisi daster kancing untuk belajar menyusui di awal2 kelahiran, quran / zikir pagi petang, perlak, alas/selimut/apa gitu buat alas nifas :)

2. Sarung Melahirkan

3. Pembalut nifas.
Ini harus yang ukuran besaaaaar. Aku hari H pasca melahirkan pakainya pembalut nifas, merk Softex Maternity. Untuk selanjut2nya ku selama masa nifas aku pakai pembalut biasa yang night wings dan panjang hehe. Charm Night misalnya 😆 Lebih murah hehe.

4. Daster (Minimal 6 pcs)
Boleh daster yang kancing depan boleh yang zipper depan. Aku lebih suka yang zipper depan karena lebih praktis dan cepat jika ingin menyusui. Atau piyama kancing depan juga cucok.

5. Breastpad
Aku sedia yang breastpad sekali pakai 1 pack isi 20 pcs, dipakai jika bepergian. Dan 1 pack isi 6 pcs breastpad yang washable. Kalau gakpunya pun gakpapa banget, aku kalau urgent bisa pakai popok hehe, atau hand towel

6. Baju menyusui (Minimal 6 pcs)
Ini bisa kemeja atau baju menyusui kancing depan lainnya. Dipakai jika bepergian. Btw jaman skrg ada kaos menyusui bahkan manset menyusui lho! ;)

7. Alat pumping! Utk ibuk2 yang berencana memberikan asi perah utk bayinya, terutama para mama yang berkarir di luar rumah nih. Berhubung aku adalah mama yang berkarir di ranah domestik haha, saya punya alat pompa asi tapi yang manual. Itupun beli terpaksa karena asi hari H+1 lahiran masih tetesan banget dan bayiku sudah kehausan di ruang bayi sementara aku masih di ruang pemulihan pasca SC. Jadi paksu disuruh bubidan meluncur ke apotek untuk beli alat pumping. Yang ini super mendadak. Kayaknya kudu siap kondisi apapun di lapangan gak ada yang tau. Dan aku kurang ilmu perpompaan karena memang saya wkt hamil berencana dbf. Setelahnya, sesekali bayiku butuh ASIp, aku lebih memilih marmet. Mama Merah pakai Tangan. Hehe. Buat aku lebih mudah efisien dan higienis. Tapiii, super pegeeel hehe. Untuk ibu2 yang berencana pumping, alat2 yang dibutuhin itu selain alat pumping adalah botol asip, freezer asip, cooler bag, ice gel, sterilizer.

8. Booster ASI
ini super relatif yaaaa. Karena booster asi yang sesungguhnya adalah pelukan paksu dan senyuman bayii huhuhu~~ Aku pribadi sejauh ini belum pernah beli produk yang diklaim sebagai booster ASI.

9. Bra menyusui
PENTING kalo menurut akuu. Jadi selain bajunya baju menyusui, ya branya kudu bra menyusui hehe. Aku cuma punya 3 pcs. Dan in syaa Allah cukup :)

10. Apron menyusui
Atau bisa pakai jilbab lebar. Aku lebih suka pakai apron menyusui. Ini hanya aku pakai di kendaraan ajasih dan kalau super darurat. Kalau di tempat umum yang ada ruang menyusui, aku lebih memilih meluncur kesana. Faktor nyaman kali ya hehe.

11. Masker
Wkwk ini hrs punya stok, buat kalo ibuk lagi bapil jadi gak nularin ke anak, kudu dbf apalagi hehe.

12. Counterpain
Koyo boleh XP
iya bakal pegel2 :p

13. Oiya ketinggalan! Korset! Hehe ini macem2 jenisnya. Aku pakai yang tempelan bukan yang cantolan. Apasih namanya? Velcro ya? haha gak tau euy.

14. Terakhir tapi paling penting. Buku.
Ibuk harus banget punya buku. Baca buku. Jadi kita sebagai ibuk2 harus punya ilmu. Kenapa dititipin amanah anak sama Allah? Karena ibuk dirasa sanggup. Gimana biar sanggup? Belajar. Belajarnya dari kapan? Dari merencanakan punya anak :)) Buku tentang parenting, buku mendidik anak berbasis islami, buku medis, buku asi, buku apapun seputar bayi. Baca baca baca. Jaman skrg bisa modal internet sih buk alhamdulillaah ya jaman kita sangat dimudahkan. Aku gak kebayang kalo jadi ibuk2 di jaman dulu hwaaaaa. Tapii, punya buku seputar ilmu anak itu investasi lhooo.

Sekian dari aku apa-apa saja kebutuhanku saat itu yang aku ingat hehe. Nanti kalo inget lagi ditambahi, hehe