8 December 2019

Cerdas finansial - 9

Role Play Jual - Beli

Dari channel utub yang nau suka, nau belajar berpura-pura memerankan drama jual beli. Dagangannya of kors eskrim favoritnyaa!

Dengan menyiapkan dompet berisi uang receh dan peralatan2 dagang. Nau menjajakan eskrimnya di hadapanku. Nau belum paham soal uang. Yang ia tahu jika mau sesuatu dari orang, ada nilai yang harus dibayar. Nilaipun ia belum paham maksudnya. Hanya tau seratus, seribu, dan lima ratus. Itu yang ia serap dari utub 😝

3 December 2019

Cerdas finansial - 8

DIY toys!

Salah satu cara aku mengenalkan konsep cerdas finansial adalah dengan tidak memudah-mudahkan nau menjadi pribadi yang konsumtif. Yang apa-apa beli. Untuk urusan buku, aku memang selalu terhipnotis. Tapi untuk urusan mainan, walaupun aku pedagang mainan, haha, tapi sebisa mungkin nau ku ajak untuk crafting.

Sejauh ini dia belum mengeluhkan mainan-mainan bikinanku. Entah itu dari kardus, kaleng, atau kain flanel. Nau ikut andil -mengaburabur- berkerajinan. Ketika selesai, sebuah kelegaan dan kepuasan tersendiri bagi kami untuk sebuah mainan handmade sederhana.

Cerdas finansial - 7

Soal rejeki. Aku belajar dari naura. Bukan naura belajar dari aku.

Naura banyak disayang orang. Bahkan mereka yang belum pernah bertemu langsung. Mereka sayang sama naura dengan segala macam bentuk perhatian yang berbeda-beda. Mengirimkan doa. Mengirimkan pesan kabar. Hingga mengirimkan materi berupa buku, mainan, sampai makanan.

Masyaa Allah.

Aku. Orangtua yang kufur nikmat. Jauh dari rasa syukur. Yang membiarkan syaitan berjogetan di diri karena merasa tidak cukup. Membuat diri ini terus dibayangi ketakutan akan rizki. Bukan rizki ku. Tapi rizki naura. Khawatir akan pendidikan formalnya. Khawatir akan masa depannya.

Padahal. Sungguh urusan ku bukan itu. Bukan. Urusanku bagaimana bisa menjadi sebaik-baik manusia. Sebaik-baik ibu untuk naura. Bagaimana naura bisa dididik mencintai Allah. Menjadi agen Islam di bumi ini. Sungguh rizki bukan urusanku. Karena setiap anak terlahir sudah lengkap dengan rizkinya. Sungguh itu kepunyaan Allah Yang Maha Kaya.

2 December 2019

Cerdas finansial - 6

Tek tek tek bakso malaaaang!~~~

Setiap hari suara ini selalu lewat depan rumah kami. Nau, jika sedang terjaga, tanpa peduli dia sudah makan atau belum, reflek meminta "Nau mau bakso". Dan tanpa melihat respon mamanya, Nau bergegas ambil kerudung dan sandal untuk lari keluar.

Dipanggillah itu abang bakso yang sudah sengaja melajukan motornya pelan-pelan menunggu sautan "Pak!" dari anak bayi yang udah nggak bayi lagi ini.

Aku meminta nau masuk dulu untuk mengambil uang. Udah tau dimana mamanya meletakkan dompet, dia ambil uang seadanya, belum tahu harga nominal uang diambil, haha lucu sekali tingkah anak-anak ini.

Diserahkannya uang dan wadah plastik untuk abang bakso.

Cerdas finansial - 5

Nau mulai mengenal bahwa jual beli itu dengan uang. Bahwa masuk minimarket itu untuk membeli sesuatu dan itu tidak cuma-cuma dibawa keluar area.

Nau mulai senang mengajak kami ke minimarket, entah hanya main-main mainan yang kami larang untuk beli -haha- atau ambil susu dan eskrim yang dia pilih sendiri.

Sembari menuju kasir, dia tidak memaksa untuk membuka kemasan. "Dibayar dulu ya mamah" Kata Nau mengulang ucapanku.

Sampai di depan kasir, aku berikan uangku ke nau, untuk diteruskan nau ke petugas kasir.
"Dibayar, nak". Lalu nau serahkan uangnya. Setelah itu, nau langsung meminta aku membuka kemasan jajan yang ia beli.

Cerdas finansial - 4

Sebagian rizki kita dari Allah adalah hak sebagian yang lain.

"Nau mau kasih Om" selalu itu yang nau ucapkan ketika nau melihat bapak-bapak duduk membawa kotak kosong di tengah jalan samping pembangunan masjid.

Aku mengambil lembaran dari dompet dan memberikan ke nau untuk dimasukkan kotak.

Ayah nau selalu memperbaiki narasinya.
"Bukan kasih Om, tapi kasih ke masjid. Naura ada andil membangun masjid. Semoga Allah membangunkan kita masjid di Syurga Allah ya nak".

Yang nau tau, uang, sedikit banyak, untuk diberikan pada hal-hal seperti ini.

1 December 2019

Cerdas finansial - 3

bahwa tidak semua keinginan harus dituruti.
Dari buku nau justru aku banyak belajar. Bukan dari buku parenting yang ku beli kesana kesini. Tapi justru aku belajar dari buku yang aku beli untuk dia. Buku anak dengan konsep tauhid.

Aku Jujur Karena Allah.

Disebutkan bahwa seorang ayah harus jujur dengan kondisi keuangan yang ada. Bukan kemudian membohongi anak dengan jawaban "Papah gak ada uang" ketika anak merengek meminta belikan balon.

Lagi-lagi kami salah.

Maaf ya nau, kamu terlahir dari ibu yang sangat jauh dari sempurna. Jauh dari layak. Lahir dari ibu yang masih banget belajar 😭

"Mah, nau mau main pukul2 tikus" (playground sejenis Timezone maksudnya)

"Mama ada uang.. Tapi uangnya untuk kebutuhan lain.. Bukan untuk main.. Nanti nau main di rumah ya sama mama.."
:")