28 November 2013

Gorengan!


Temen-temen semua pasti akrab sama cemilan yang satu ini. Selain murah, cemilan ini juga enak di lidah orang Indonesia. Apasih yang disebut gorengan itu? Gorengan yang akan kita bahas adalah makanan dibalut adonan tepung dan kemudian digoreng dalam minyak goreng panas. Apa ajasih yang disebut gorengan? Pasti pada lancar deh nyebutnya: tempe, mendoan, tahu, pisang goreng, bakwan, ubi, singkong, combro, tape, cireng, dan lain-lain. Nah, semua itu dibalut tepung terigu, dan tahukah kalian kalau  terigu kita masih impor?!  hehe. Walaupun gorengan yang kita beli ukurannya mini, tapi gorengan sebenarnya mengandung kalori dalam jumlah tinggi yang berasal dari karbohidrat dan lemak, contoh sepotong bakwan saja bisa mengandung 275 kalori! Padahal, untuk membakar kalori pada 1 bakwan membutuhkan kira-kira 30 menit lari marathon. 


Gorengan dengan minyak panas yang digunakan untuk menggoreng mengandung lemak trans dalam jumlah cukup tinggi. Apa itu lemak trans? Lemak trans adalah lemak jahat yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan stroke pada tubuh. Lemak trans gorengan juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (LDL) di tubuh. Gorengan juga berpotensi mengandung akrilamida yang merupakan zat penyebab penyakit kanker. Terigu yang berwarna putih, setelah digoreng di minyak berubah cokelat kan? Itulah reaksi  Maillard yang menyebabkan akrilamida. Agar tidak menimbulkan dampak negatif, minyak goreng hanya boleh digunakan berulang sebanyak tiga kali. Penggunaan minyak goreng berulang-ulang berpotensi menimbulkan radikal bebas yang menyebabkan pengrusakan sel tubuh. Ciri minyak yang sudah tidak layak pakai adalah warnanya yang sudah menjadi kecoklatan. 


Bahayanya lagi, banyak oknum pedagang yang sengaja memasukkan minyak goreng beserta kemasan plastiknya ke wajan. Ini dilakukan sebagai jalan pintas untuk mempercepat menuangkan minyak ke dalam wajan. Jika terdapat kandungan plastik larut dalam minyak goreng, gorengan akan semakin berpotensi sebagai penyebab kanker. 

 
Memang, apa yang di dunia ini pasti ada plus minusnya. Makanan enak dan murah pun akan ada resikonya. Konsumsi gorengan sesekali tidak masalah, tapi jelas akan menjadi bermasalah, ketika kita mengonsumsi gorengan terus menerus :)

0 comments:

Post a Comment