28 November 2013

Tapak Tilas IlmuBerbagi

  No comments    
categories: 
Minggu 24 November 2013. Hari itu Tapak Tilas Ilmu Berbagi ke tiga museum di Jakarta bersama kakak-adik @IlmuBerbagi. Kami berkumpul di Staiun Juanda sekitar pukul 08:00 dan bertolak ke tujuan pertama yaitu Monumen Nasional. Kakak asuh sudah diamanatkan membimbing satu grup adik asuhnya yang terdiri dari tiga sampai empat adik asuh. Aku pribadi membimbing satu grup berisi empat adik asuh: Ana, Nabila, Yeyet, dan Wahyu.
Di Monumen Nasional kami diberi arahan oleh Bapak Sara di depan miniatur Tugu Monas. Beliau menceritakan sejarah Monas. Setelah itu kami berlanjut ke ruang diorama yang berisi miniatur pergerakan-pergerakan nasional kemerdekaan RI dan ke pelataran cawan yang terdapat ruang kemerdekaan dengan pintu gapura berisi naskah dan rekaman suara asli Bung Karno saat proklamasi kemerdekaan RI. Kami berada disana kurang lebih dua jam dengan waktu yang lama untuk bercengkrama berfoto-foto.
image
Pak Sara menjelaskan sejarah monas
image
image
Ana-Yeyet-Gita-Bila-Wahyu
image
Kak Era - Kak Desti - Kak Vindi - Kak Andin - Kak Ida - Kak Nenden - Kak Gistrong - Kak Lilis - Kak Gita - Kak Rian - Kak Agus

Museum kedua yang kami jelajahi adalah Museum Nasional atau dikenal dengan Museum Gajah. Di Museum ini, kami ditemani Pak Didik, guide yang berasal dari Jogjakarta, lumayan sekampunghalaman. Haha. Di museum ini, adik-adik mulai mengerjakan tugas yakni wawancara turis asing. Dan aku mulai membantu adik-adikku mengerjakan tugasnya. Berkeliling di museum yang sangat luas ini lumayan membuat kakak-kakak dan adik-adik kelelahan dan banyak menghentikan langkah untuk sekedar duduk-duduk di kursi museum. Kasihan aku melihat mereka :”> Disini aku mulai akrab dengan adik-adik asuh yang bahkan bukan hanya dari grupku. Kami saling memberikan informasi mengenai latar belakang masing-masing, mengenai museum, dan saling membantu dalam tugas wawancara turis asing. Kami menemui beberapa turis asing yang berasal dari Spanyol, Perancis, bahkan Korea yang notabene beliau kesulitan berbahasa Inggris tapi lebih paham Bahasa Indonesia, haha. Dari wawancara dengan turis asing itu, aku pribadi belajar banyak hal. Tidak hanya orang Indonesia yang suka backpacker, bahkan orang asing pun senang menjelajahi Indonesia. Banyak kalangan mereka yang senang dengan wisata alam dan wisata museum milik Indonesia. Selain itu, merekapun gemar wisata kuliner di Indonesia. Turis asal Paris dan Spanyol sangat senang dengan semua makanan khas Indonesia. Begitupun turis asal Korea, namun ia sangat senang dengan tumis kangkung dan nasi goreng, hahaha. Setelah makan siang dan sholat, kami melanjutkan perjalanan.
image
image
wawancara dengan turis asing

Destinasi terakhir adalah ke daerah kota tua, Museum Bank Indonesia. Kami pergi dengan bus Transjakarta. Di bus ini aku makin akrab dengan beberapa kakak dan adik asuh. Dari menunggu bus, sampai berisiknya bus luarbiasa berasa bus pribadi hahaha. Padahal kami berdiri tapi nggak ada yang ngeluh, malah bahas menjadikan apa yang kita lihat sebagai topik pembicaraan. Samuel, Nenden, Mba Nanda, Icih pasti paham maksudku ini :p Setelah lumayan kongkow dulu di abang-abang minuman yang bikin temen-temen di Museum BI nunggu, kami mulai wisata museum ini. Dipandu Mbak guide dari museum BI, kami berkeliling diawali dengan menonton film sejarah MBI. Kami menghabiskan waktu tidak cukup lama disini karena museum ditutup pukul 16:00. Untungnya, kami boleh menghabiskan waktu sepuasnya di pelataran masjid Bank Indonesia yang luas dan adem hehe.
image
Bila - Gita - Yeyet - Ana - Wahyu

Disinilah penutupan hari ini dan aku pribadi sangat bahagia dengan segala teman, ilmu, dan pengalaman yang aku dapat. Lumayan sedih menatap kerumunan adik-adik dari jauh. Walaupun hanya beberapa jam but it means a lot for me dan ya entah kapan aku bisa bertemu mereka kembali. Semoga aku bisa segera berkumpul kembali. Dan aku berjanji akan terus berkomunikasi dengan mereka di hari-hari setelah ini :)
image
image
Keluarga IlmuBerbagi :)

0 comments:

Post a Comment