25 November 2013

Travel is My Therapy

Aku bukan orang kaya yang menghabiskan uang untuk jalan-jalan sesuka hati kemanapun. Bukan pula orang yang dengan mudahnya pergi ke negeri-negeri seberang. Bahkan belum pernah aku pergi ke negeri seberang untuk tujuan murni jalan-jalan. Aku katakan juga, aku bukan traveller sejati, aku belum sehebat teman-teman yang menjangkau sana sini. Nggak, aku belum pernah ‘kemana-mana’. Tapi aku HARUS kemana-mana.
Membaca salah satu chat temanku, “enak yeee jalan-jalan terus”. Iya. Memang enak. Dan aku suka sekali melakukannya. Temanku lain pernah nyeletuk, “travelling2, dikira murah, dikira duit gampang apa nyarinya!” aku cuma ketawa, dalem hati itupun hehe. Bagi kebanyakan orang, ini seperti buang-buang uang. Tidak bagiku.
Bagi seorang traveler amatiran sepertiku, jalan-jalan itu candu. Aku ketagihan jalan-jalan. Jalan-jalan itu memang pasti akan mengeluarkan uang, tapi cuma jalan-jalan, hal yang mengeluarkan uang tapi kamu nggak akan miskin, kamu justru akan makin kaya. Kaya akan pengetahuan, kaya akan wawasan, kaya akan pahala, insyaAllah. Kenapa kaya akan wawasan? Jelas lah ya. Tapi kenapa kaya akan pahala? Karena pas jalan-jalan, yakin deh pasti kita akan semakin mengagumi lukisan Yang Maha Kuasa, mengucap syukur, menyadari ke-tidak ada apa2-nya kita, dan selama perjalanan, bukannya banyak kesempatan untuk baik sama orang lain yang kita temui. Ya berbagi makanan, atau sekedar senyum :)
Di gunung, hampir sering kamu akan menemui pendaki lain dengan keramahan mereka: “Istirahat Bang?” “Boleh minta air gak Bang?” “Permisi Bang” “Masih jauh ya Bang puncak” dengan senyum sumringah dari semuanya.
Di pantai, kamu akan bisa menghampiri bapak-bapak nelayan yang sedang menyiapkan perahu kecil tanpa layarnya, anak-anak mereka yang dengan bahagianya bermain air mengumpulkan kerang.
Di goa, kamu akan bisa merasakan ketenangan kegelapan yang disitupun banyak kehidupan. Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya.
Bermainlah di alam. Tidak, aku tidak menyuruhmu ke luar negeri. Tapi bermainlah di alam Indonesia. Aku tidak bilang hanya Indonesia yang indah, tapi aku katakan, Indonesia ini sangat indah. Dan sayang kalau masa mudamu tidak mengenal alam Indonesia.
Aku bukan pendaki gunung, hanya beberapa kali naik dan benar, aku kecanduan. Kalau tidak karna hal prinsipal, aku nggak akan membiarkan keirianku pada setiap foto teman-temanku yang naik gunung ini makin membesar.
Mengutip Dalai Lama, “Pergilah kamu ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi, setiap tahunnya”.Bukan untuk pamer, tapi untuk memotivasi kamu main di alam, tahun ini aku sudah ke laut, gunung, goa. Nggak lupa juga wisata sejarah dan wisata kuliner yang Indonesia banget dong :3
Alasan nggak ada duit? Nabung dong. Sayang kalo uangnya selalu buat beli barang2 branded atau nonton di mall setiap minggunya. Alam ciptaanNya jauh jauh lebih indah daripada film bioskop yang kamu tonton setiap bulannya. Itulah mengapa, aku hampir selalu menolak setiap ada teman yang mengajak nonton bioskop. Bukan sesuatu yang menarik betul bagiku. Bahkan bukan hal yang sulit bagiku, tidur di tengah-tengah nonton film. Kalau diajak main di alam, belum kepikiran uangnya, udah ngangguk duluan, haha.
Lebih dari hitungan jari deh pasti kamu akan tersenyum dan terheran-heran lihat pemandangan yang dilukis langsung oleh Allah, kagum lihat ada sungai di bawah tanah, lihat goa di tebing curam, lihat gunung gandeng-gandengan, lihat air laut yang nggak ada ujungnya, Subhanallah :)
-Jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu” kalimat yang familiar bagi teman-teman yang menggemari alam. Janji untuk tidak membunuh binatang; janji untuk tidak memetik bunga; janji untuk tidak meninggalkan sampah. Foto. Cuma foto yang boleh diambil. Aku bukan seorang fotografer, tapi aku suka memotret. Bagiku, memotret adalah satu-satunya hal yang dapat membekukan waktu, yang tidak bisa dilakukan oleh hal lain.
Aku bisa akan menjadi speechless pas liat keindahan alam, tapi bisa menjadi storytelling handal ke teman-teman semua, dan ke anak-anak kelak :p

:121113

0 comments:

Post a Comment