4 December 2013

Es batu sebagai faktor resiko penyebab tifus & paratifus



Es batu merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit tifus; paratifus oleh Salmonella typhii; S. paratyphii di Jakarta (Vollard et al, 2004)

Apa penyebabnya? Apakah karena bahan bakunya, atau karena handling es batunya sendiri yang tidak baik?
 
Banyak faktor penyebab mengapa es batu menjadi satu faktor resiko penyebab penyakit tifus dan paratifus. Beberapa diantaranya adalah kondisi bahan baku yg tidak memenuhi standar ; dan penanganan sepanjang distribusi yang tidak baik (faktanya balokan es kadang diseret2 di trotoar pake karung plastik itu) dan karakteristik salmonellanya sendiri yang tahan hidup pada kisaran suhu yang luas (termasuk di suhu rendah).
 


Masalahnya serupa sepertinya di kota-kota lainnya dan "penyakitnya" rumah sakit menganggap sakit ini adalah sakit biasa. Beda sekali penanganan dengan di negara maju. Penyembuhan sakit tifus benar2 sampai tuntas (pengalaman menginap 16 hari di kamar isolasi di rumah sakit universitas di sendai). Lalu pertanyaannya, setelah ada riset ini mau apa? 
Penelitian di Bogor tidak menemukan Salmonella sp di dalam 6 sampel es batu komersial tapi yg ada adalah E. coli. Apa yang harus kita kerjakan, secara individu mungkin hanya membantu mengkomunikasikan temuan ini ke masyarakat. Mudah2an bisa menambah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan. 


  
Pernah liat di tv es balok dibuat dari air sungai, es itu sebenarnya untuk pengawetan ikan bukan untuk dikonsumsi. Jadi ya disarankan ga beli minuman es diluar mending beli minum yang kemasannya jelas atau beli yang anget2 ajah. :-D 
Betul sekali :)

0 comments:

Post a Comment