29 January 2014

mi instan berbahaya, hanya mitos.

Kira-kira seminggu lalu di Pare, saya duduk bersama rekan saya yang membahas topik mengenai keamanan pangan dan salah satunya mi instan. Dari situ saya mulai menyadari begitu banyak masyarakat yang terbebani berita ini itu yang menghakimi suatu industri pangan dan akhirnya mereka sendiri khawatir mengonsumsi produk tersebut. Ya, mi instan misalnya. Berikut saya share sedikit pengetahuan mengenai mi instan. Bismillah.

Mi instan mengandung lilin? Melihat perkembangan teknologi di era saat ini, sudah hampir tidak ada rasanya produsen nakal yang menggunakan lilin untuk produk mi instan. Lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Sebenarnya, lilin ini secara alami banyak terdapat di beberapa jenis makanan seperti apel dan kubis. Kemudian bagaimana dengan warna air rebusan yang mengeruh setelah mi dipanaskan? Air keruh dan kental itu bukan hasil dari lilin, tapi merupakan amilosa pati (mi merupakan bahan berkarbohidrat berasal dari terigu) yang lepas saat pemasakan mi. Awamnya, ada padatan mi yang lepas saat perebusan. Dan itu merupakan kondisi normal, bukan lilin. Amilosa pati yang keluar dari granul memang wajar adanya akibat pemanasan suatu bahan pangan.

Dalam proses pembuatannya, mi instan menggunakan metode agar lebih awet namun tidak berbahaya. Salah satu cara pengawetan mi instan adalah dengan metode deep fat frying (penggorengan dalam minyak jumlah banyak/posisi mi tenggelam) yang bisa menekan rendah kadar air hingga mencapai 5%. Metode lain adalah air hot drying (pengeringan dengan udara panas). Inilah yang membuat mi instan bisa awet hingga 6 bulan asalkan kemasannya terlindungi sempurna. Sekali lagi, dengan metode pengawetan yang baik, bukan dengan bahan pengawet yang berbahaya. Kadar air yang sangat minim ini, tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup apalagi berkembang biak.  

Air rebusan mi yang pertama justru baik untuk kesehatan. Semua vitamin baik dari minyak dan bumbu yang terdapat pada mi larut dalam air terdapat dalam air rebusan pertama. 
 
Air rebusan mi

Pada air rebusan mi yang pertama terdapat larutan kandungan betakaroten dan tokoferol yang tinggi.  Apabila air rebusan diganti dengan air matang baru, justru vitaminnya besar kemungkinan sudah hilang. Mengenai bumbu dan minyak yang dikemas terpisah pada produk mi instan, menimbulkan pandangan bahaya karena bahannya yang mudah gumpal. Hal tersebut bukanlah suatu bahaya dan disebabkan oleh proses pengolahan produk. Akan tetapi kembali pada konsumen selama proses penyimpanan produk mi instan. Bisa dilihat pada komposisi di kemasan mi instan, anti gumpal yang digunakan di bumbu adalah Silicon Dioxide. Silicon Dioxide termasuk jenis anti gumpal yang aman ditambahkan pada produk pangan dan untuk penggunaannya mengikuti standar yang sudah ditetapkan FDA (Food and Drug Administration) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). 

Melirik kepada produk mi instan kemasan cup, akan menimbulkan anggapan bahan pengemasnya berbahaya. Styrofoam kemasan mi instan cup terbukti aman digunakan karena telah melewati standar BPOM. Cup yang dipakai mi instan adalah styrofoam bahan khusus pangan (food grade) yang telah melalui penelitian Japan Environment Agency sehingga memenuhi syarat sebagai pengemas produk pangan. Styrofoam ini memang menyerap panas, terbukti setelah diseduh dengan air panas, tangan tidak terasa panas saat memegang styrofoam. Akan tetapi, karena proses pressing bahan yang baik dan memebuhi standar, maka bahan styrofoam tidak larut bersama dengan air panas. Jadi, tidak perlu khawatir dengan mi instan yang akan terkena larutan styrofoam setelah air panas diseduh.   

Mendengar isu "makan mi nggak bergizi" sebenarnya merupakan kesalahan konsumen itu sendiri. Jika diperhatikan, hampir semua produsen mi instan membuat kemasan dengan menarik lengkap dengan saran penyajian berupa gambar. Ya, gambar pada kemasan mi instan bukanlah hiasan belaka melainkan sebagai saran penyajian konsumsi mi instan yang sempurna dengan bahan lain seperti telur dan sayur-sayuran.

 
Sajikan mi instan lengkap dengan telur, ayam, dan sayur-sayuran

Segala sesuatu yang berlebihan jelas tidak baik, jadi selama masih dalam tahap konsumsi yang sewajarnya, jangan takut makan mi instan :)

0 comments:

Post a Comment