6 April 2014

Berkunjunglah ke taman syurga-mu.

  No comments    
categories: 
Adalah Fatimah binti Asad. Fatimah binti Asad merupakan istri Abu Thalib, bibi Nabi. Ketika Rasulullah SAW mendengar kematian Fatimah binti Asad, maka Rasul pulang dan masuk ke rumahnya, kemudian Rasul duduk di sisi kepalanya. Itulah cara Rasulullah SAW menghadapi mayit, begitupun di makam. Dan Nabi berkata kepada Fatimah binti Asad yang sudah meninggal,boleh jadi ia terbujur kaku tak sanggup berkata-kata lagi tetapi telinganya masih mendengar apa-apa yang diucapkan mereka yang masih hidup. Terbukti Rasul berkata pada Fatimah binti Asad yang sudah wafat: "Semoga Allah merahmatimu wahai Fatimah karena sesungguhnya engkau adalah berkedudukan ibu setelah ibuku". Hadits mengatakan, barangsiapa mencium kedua mata ibunya dalam keadaan masih hidup, maka diharamkan baginya dijilat api neraka. 
Nabi memanggil sahabat-sahabatnya dan membawa Fatimah untuk dimakamkan. Rasulullah SAW menggali sendiri kubur Fatimah. Beliau turun ke makam seorang diri dan kerabatnya semua disuruh naik. Begitu di dalam kubur, Rasulullah mengorek sendiri dengan tangannya liang lahat dan Beliau masuk tiduran memanjang di dalamnya hingga keluar keringatnya. Rasulullah SAW berharap agar peluh yang keluar dari tubuhnya itu bisa melindungi Fatimah dari siksa kubur, dari penggencetan selama di kuburan. Beliau berharap agar tetesan keringat itu menjadi benteng untuk seseorang yang berkedudukan ibu setelah ibuku. Kemudian Rasulullah berdoa panjang yang salah satunya: "Ya Allah ampuni dosa ibu saya, bimbing lidahnya untuk menjawab pertanyaan demi pertanyaan malaikat kubur". Rasulullah SAW mohon supaya Allah membimbing jenazah tsb. Baru setelah itu diturunkan mayit Fatimah binti Asad, dan dikuburkan.
Cerita ini diangkat dengan maksud mengingatkan kita semua bahwa Nabi Muhammad SAW begitu mengapresiasi seorang Ibu, bahkan orang yang dianggap Ibu selayaknya Ibu kandung meski bukan Ibu kandung yang sebenarnya. Percayalah bahwa dalam Agama Islam, ada satu kebaikan, yang dengan satu kebaikan itu bisa menghapus seribu bala. Satu diantaranya adalah berada di taman surga. 
Alkisah terdapat seorang yang tidak berpunya, bekerja seadanya menjadi ojek sepeda. Dengan penghasilan dan belum tentu ada setiap harinya, Penghasilan yang tidak seberapa. Setiap ia mendapatkan uang, ia kumpulkan kemudian ia belikan makanan sekedar untuk makan, bukan untuk kenyang, baginya yang penting bisa mempertahankan hidup. Sebagian pendapatannya lagi, ia kirimkan untuk Ibunya di kampung halaman dan ia lakukan itu selama 9 bulan. Saat ditanya alasannya, ia mengatakan, walaupun ia tak akan bisa membalas apa yang telah dilakukan ibunya untuknya, tapi ia ingin menunjukkan, persis seperti apa yang ibunya lakukan kepadanya, selama 9 bulan di rahim ibunya. Dan di bulan kesembilan ia bertemu pengusaha yang dikirim Allah sebagai jembatan ia memiliki rezeki harta yang luarbiasa hingga saat ini. Inilah yang tidak terpikirkan oleh orang banyak. Padahal Rasulullah SAW menunjukkan jelas-jelas apresiasi terhadap seorang Ibu. Jika telah turun keridhoan Ibu, maka akan turun keridhoan Allah, dan jika Allah sudah ridho, beres semua urusan! Kita semua kebanyakan takaran teori dan dalil, tapi seorang pengusaha baru ini? takaran implementasi dan action! Kalah kita :)
-Ketika ada anak yang makan makanan yang nikmat dan lezat, tapi Ibu Bapaknya belum pernah menikmati nikmatnya makanan itu, maka haram bagi anak itu nikmatnya makanan syurga!- hadits Rasulullah SAW. Apakah pernah terfikirkan untuk membungkus makanan enak tersebut untuk orangtuanya setelah kalian makan enak? walaupun pada kenyataannya mereka tidak pernah minta :"> Beruntunglah kalian yang masih memiliki Ibu, berarti kalian memiliki taman syurga! Berkunjunglah ke taman syurgamu.

Sedikit ilmu yang dibagi oleh seorang ustadz di pertemuan keluarga besar ayah. Semoga bermanfaat.