31 October 2014

Buah utuh VS Jus buah

Pemandangan menarik menurutku saat di hadapkan pada sebuah jalan besar di sudut kota di Jawa Timur. Kedua sisi jalan dipenuhi pedagang buah di belakang standnya masing-masing. Stand mereka saling bersebelahan, menjajakan dagangan yang sama. Tanpa rasa cemburu melihat stand sebelahnya ramai pembeli, pedagang lain tetap guyub seolah tak peduli. Ah tapi bukan itu fokusku saat itu. Fenomena yang mungkin bagi sebagian besar masyarakat adalah biasa, Justru menjadi pusat perhatianku Saat itu. Melihat pola hidup masyarakat yang mulai membaik. Jus buah sepertinya menjadi minuman sehari-hari jika melihat menjamurnya bisnis kuliner yang satu ini. Yaa paling tidak di daerah tempatku menetap saat itu.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan, kenapa harus jus buah? Kenapa tidak buah segarnya saja sekalian? Menarik. Semua tahu bahwa jus buah minuman yang menyegarkan lagi menyehatkan.  Namun penting diketahui bahwa ada yang lebih baik dari segelas jus buah yakni buah utuh segar. Memang bukan berarti jus buah itu buruk. Hanya saja kita perlu mencermati kandungan kalori yang ada di dalam jus dan memastikan bahwa asupan kalori tersebut secara keseluruhan menyehatkan tubuh.

Nah, menyehatkan yang bagaimana? Jus buah akan 'berkhasiat' jika disajikan dengan cara yang tepat. Apabila tidak menyertakan serat dalam penyajiannya, maka akan banyak nutrisi hilang sehingga yang tersisa hanya sumber gula. Padahal, serat penting dalam membantu sistem pencernaan dan metabolisme. Sangat disayangkan, dalam pembuatan jus, banyaj sekali serat hilang selama proses blender. Sebagai contoh, dalam pembuatan segelas jus apel, dibutuhkan empat buah apel yang total mengandung 12-15 gram serat. Hasilnya, hampir 15 gram serat semua hilang begitu saja dalam proses. 

Sebagai contoh lain jus jeruk misalnya, bagian serat putih dari jus jeruk merupakan sumber penting flavonoid, dan bagian daging yang berwarna kuning mengandung vitamin C. Di dalam tubuh, flavonoid dan vitamin C bekerjasama untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika serat putih dibuang selama proses pembuangan jus, maka flavonoid yang diharapkan tidak dapat diperoleh dari buah tersebut. 

Jus buah tidak memiliki serat yang membantu pencernaan dan penyerapan gula alami yang ditemukan dalam buah utuh. Selain itu, jus buah dapat lebih cepat meningkatkan kadar gula darah karena tingkat gula yang dihasilkan dari jus buah lebih tinggi dibandingkan pada buah utuh segar, apalagi jika dibandingkan dengan minuman jus siap minum yang disajikan dalam kemasan. Selain pada umumnya minuman ini menggunakan pemanis tambahan, dan bahkan menggunakan perisa buah dalam komposisinya. Akibatnya kita Hanya mengonsumsi sejumlah besar kalori tanpa menikmati nutrisi penuh yang terkandung di dalam buah. 

Banyak sekali masyarakat yang tidak tercukupi kebutuhan buah dan sayur, sehingga mereka beranggapan bahwa minuman jus dapat menggantikan perannya. Sejatinya, peran serat dalam buah segar utuh sangat penting, juga dalam membantu memberikan efek kenyang lebih lama. Sedangkan minuman jus justru akan membuat lebih mudah lapar. Namun sekali lagi, jus buah tidak buruk. Terlebih bagi mereka yang kurang gemar konsumsi buah dan sayur, tentu kebiasaan ini bisa menjadI pilihan alternatif yang baik. Tentu saja tetap dengan proses penyajian yang tepat yaa! ;)

1 comment:

  1. Wow kini ada mesin yang bisa membuat jus dengan sangat cepat loh silahkan klik Usaha Jus Dengan Cepat Menggunakan Juice Extractor. Salam Sukses ya. :)

    ReplyDelete