26 December 2015

Tenda Ngemil: Come Hungry Leave Happy!

Salah satu solusi destinasi untuk mereka yang pengen ngemil cantik -kalo kata anak hits jaman sekarang- dengan tempat yang super nyaman buat ngetik-ngetik tugas atau sekedar ngobrol-ngobrol manja, Tenda Ngemil ini bisa kita pilih. Melihat review yang menyebutkan kalau Tengil -begitu Tenda Ngemil biasa disebut- ini selalu kebanjiran order di malam hari alias waiting list, maka sangat disarankan dateng kesana di jam-jam sore karena Tengil udah buka dari jam 16.00 kok!~

Suasana dalam Tenda Ngemil
Sumber: dok.pri
Tenda Ngemil ini didesain dengan bangunan berbentuk tenda besar dengan meja kursi kayu. Masuk ke Tengil, kita akan disambut oleh senyuman ramah para kaum adam andalannya Tengil -semua crewnya termasuk chefnya laki-laki-. Daftar menu nya berbentuk booklet diatas talenan dengan desain yang manis. Menu yang menggiurkan dengan harga yang masuk akal di Tengil dijamin bikin bingung pas nulis pesenan. Menu-menu favoritnya ditandai dengan tanda jempol di daftar menunya jadi bisa memudahkan kita milih mana menu yang recommended.
Menu Pancake Oreo Tenda Ngemil
Sumber: dok.pri
Tenda Ngemil menyediakan menu cemilan berbasis tepung seperti pancake, roti bakar, dan kue cubit dengan aneka rasa plus topping seperti marshmallow, oreo, fruity pebble, keju, dan lain-lain. Sebagai bocoran, semua menu pancake disini enak pol! Untuk pengunjung yang ndak mau roti-rotian, jangan watir, karena Tengil menyediakan varian menu lain seperti pisang bakar, mi instan, dimsum, chicken wings, dan menu-menu ringan lainnya. Sayangnya, pisang yang sempat aku pesan masih belum begitu pas matangnya hiks. Mungkin satu dua hari kemudian aku kesitu baru pas tingkat kematangan pisangnya. Urusan minuman, aku sih teh tawar jumbo -iya jumbo karena gelasnya segede ukuran bagong-. Kalau lagi kelaperan kehausan dan kekangenan sama temen, ayuk banget ih melipir ke Tenda Ngemil \o/

Daftar Menu Makanan
Sumber: dok.pri
Daftar Menu Makanan
Sumber: dok.pri
Daftar Menu Minuman
Sumber: dok.pri


Lokasi: Jalan Raya Joglo nomor 5A. Posisinya kira-kira 100 meter di sebelah kanan jalan setelah lampu merah McDonald Joglo (dari arah Meruya).
Tenda Ngemil tampak depan
Sumber: IG salah satu owner

12 December 2015

Moz5, solusi para muslimah

Penasaran dimulai sejak beberapa bulan lalu ketika aku membaca review mengenai Moz5 salon yang namanya beberapa kali muncul setelah aku mengetik "salon muslimah" di mesin pencarian online. Tapi yagitu kesibukan tetap menyita waktu dan tidak terpikirkan hal kurang penting sejenis itu hahaha *gaya*. Sampai akhirnya kemarin aku membaca salah satu postingan teman di Path yang lagi treatment di Moz5. Jadi keingetan review yang tempo hari dan mulai nanya-nanya ke si pemilik akun. Hehe maklum anaknya gampang kepancing dududu~ 

Moz5 Salon
Moz5 Salon tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Berhubung beberapa review para blogger yang mengatakan kalo ke Moz5 Salon harus booking, jadilah aku caritau kontak Moz5 Salon Palmerah yang notabene terdekat dengan tempat tinggal. Setelah tercatat untuk perawatan facial pukul 13.30, Mbaknya dengan ramah menjelaskan bahwa perawatan facial di Moz5 terdiri dari facial alami, facial Wardah, dan facial Sariayu lengkap dengan info harganya masing-masing. Aku memilih Wardah.

Lokasi Moz5 Salon dapat ditemukan dengan mudah di depan BRI Kemandoran 3, karena spanduk yang cukup besar dan jelas. Baru membuka pimtu Moz5 Salon, aku langsung senyam-senyum sendiri. Ruangan si Mba resepsionis ini tidak begitu besar tapi begtu cantik dengan nuansa pinknya. Di depan pintu disajikan jejeran botol dan toples unik dikemas dengan menarik berisi produk-produk perawatan "Moayu", merek produk milik Moz5 Salon sepertinya. Aku tertarik mendaftar sebagai anggota hanya dengan biaya Rp 45.000 selama satu tahun. Atau jika bisa membawa 2 orang teman, kita cukup membayar biaya membership Rp 10.000. Keuntungan menjadi anggota adalah harga treatment yang lebih murah dibanding non-anggota, perawatan gratis di hari ulangtahun, dan lain-lain.
Ruang tamu Moz5 Salon
Sumber: dok.pri
Ruang tamu Moz5 Salon
Sumber: dok.pri
Produk Moayu
Sumber: dok.pri

Setelah mendapatkan nama Mba yang akan memberikan treatment facial ke aku, aku diberikan baju ganti khusus treatment. Tidak perlu khawatir karena Moz5 Salon hanya wanita saja isinya, forbidden untuk laki-laki hihi. Tidak seperti salah satu salon wanita yang aku pernah icip di bilangan Kebon Jeruk, abang mie ayam bisa bebas keluar masuk membawa mengantar pesanan. Sebelumnya, salon sesteril (steril dari laki2 maksudnya uehehe) ini cuma aku temukan di Bogor saat masih kuliah.

Lantai 1 digunakan untuk perawatan rambut, sedangkan untuk facial berada di lantai 2. Lantai 2 pun tetap cantik dengan mempertahankan nuansa pink di sekelilingnya. Aku melewati sebuah mushola di depan ruang facial. Mushola nya memang kecil, tapi tampak nyaman. Jarang ada salon dengan mushola, nyaman pula.

Lantai satu
Sumber: dok.pri
Musholla
Sumber: dok.pri

Ruang facial memiliki dinding berwarna pink-hijau muda dilengkapi dengan pernak-pernik lucu di dalamnya. Terdapat 4 tempat tidur dengan selimut dan sprei yang juga pink-hijau muda. Di Moz5 Salon juga beberapa kali diputarkan lagu bertema Islami, seperti shalawat Nabi, tentang Ibu, dan lain-lain.

Ruang facial
Sumber: dok.pri
Ruang facial
Sumber: dok.pri

Perawatan facial dimulai. Aku kagum dengan Mbanya yang mengingatkan aku sebelum mulai treatment, "Mbak, bismillah dulu ya". 

Tahap pertama, wajahku dibersihkan dengan cleanser cream. Kemudian dilap dengan waselap yang sudah dicelupkan ke air dingin. Selanjutnya, wajahku di-scrub dan dilap kembali dengan air dingin. Tahapan scrub ini mulai kerasa nyeri-nyerinya. Wajah penuh komedo dan jerawat nakal emang harus tahan banget kalo facial hahah. Tahapan ketiga adalah dimassage menggunakan massage oil. Massage nya enaaaaak, lumayaan setelah aktivitas full akhir-akhir ini. Kemudian masih dalam proses massage, aku digulirkan hotstone. Batu panas berwarna hitam yang dijalankan di tubuhku. Rilekssss banget rasanya. Maklum baru sekali hotstone begitu uehehe. Setelah itu wajahku diberi cairan -yang aku tidak tau namanya- seperti penyegar gitu, dingin, tapi perih kena jerawat >.< Setelah ditutup mata dengan kapas dingin, wajahku diuapkan atau disteam. Supaya lemak di komedo keluar, kalo kata ibuku. Setelah itu, sampailah di tahap pengeluaran komedo dengan alat yang entah kayak apa -gak keliatan, kan ditutup matanya-. Digesek-gesek, dicungkil-cungkil, biar keluar komedonya. Tapi ndak sesuai ekspektasi, karena aku udah mempersiapkan mental untuk perawatan yang suakit buanget, ternyata ndak. Mbanya hati-hati sekali sehingga aku ndak merasa sakit sama sekali -atau mungkin memang facial itu tidak sesakit yang ku pikirkan ya?- Tapi sayangnya, sepertinya Mbanya ndak begitu detail membersihkan komedonya :( Cepet aja gitu tahapan yang itu, cuma sekitar 15 menit mungkin. Padahal pengennya bisa seeeeeemua hilang sekejap. Hahahah. Setelah dibersihkan kembali, tahap terakhir adalah masker. Pengunjung ditawari pilihan masker organik atau masker Wardah (Jika perawatan dengan produk Wardah). Total waktu yang aku habiskan di ruang facial ini sekitar 1 jam 15 menit.
Produk facial Wardah
Sumber: dok.pri

Sebagai informasi, toilet di Moz5 Salon ini bersih, nyaman ada pot tanaman kecil gitu dan toilet kering gitu bentuknya. Jarang-jarang ada salon yang bersih toiletnya hihi.

Overall aku puas main-main di Moz5 Salon :)) 8.5/10 deh nilainya! *gaya*. Dengan harga terjangkau dapet rangkaian perawatan yang seperti itu sih asik banget yah!
Pengen balik lagi kapan-kapan icip lulur yang legendaris itu atau bahkan paket pranikah nya. -Helah kapan emang :')))-

Catatan:
Biaya facial Wardah 69.000 (harga anggota).


Moz5 Salon Palmerah
Jalan Palmerah Barat
Untuk info macam-macam treatment dan harganya, bisa dilihat disini.

5 December 2015

Pesona Masjid Nurul Ajam

Bangunannya didominasi warna biru emas. Cantik. Bersandingan dengan masjid di sebelahnya yang dominasi hijau.
Masjid Nurul Ajam. Letaknya di dalam kawasan gedung Manggala Wanabhakti. Sudah lama aku mengintip-intip seru ke arah dua masjid cantik ini. Masjid Nurul Ajam terletak bersebelahan dengan Masjid Baiturrahman yang berada di dalam kawasan MPR - DPR. Berbeda dengan Masjid Baiturrahman yang memiliki bentuk bangunan gemuk melebar dengan kubah unik seperti bangunan Keong Mas dan gedung opera Sydney, Masjid Nurul Ajam ini bentuknya ramping meninggi. Kubahnya berbentuk mengerucut di bagian puncaknya. Sama cantiknya.

Hari ini kali pertama aku berkesempatan mampir di Masjid Nurul Ajam. Ketika masuk ke dalam ruang masjid yang tertulis "akhawat" aku bertanya dengan pengurus dimana letak tempat wudhu wanita. Agak heran karena mereka menunjuk ke dalam ruangan masjid karena biasanya masjid memiliki keran wudhu di luar ruangan masjid.

Memasuki pintu masjid, langsung terhampar ruangan luas beratap tidak terlalu tinggi dengan karpet padanan warna hijau - kuning. Huah. Enak banget masjidnya! Aku ke-girang-an :'))
Aku mencari tempat wudhu yang ditunjuk oleh mbak pengurus tadi. Ada dua pintu kaca yang di dalamnya berderet keran-keran wudhu dan beberapa pintu toilet. Waw! Sepertinya aku pernah masuk ke masjid yang tempat wudhu nya letaknya di dalam area masjid, tapi entah kenapa ini beda. Desain interiornya sangat menarik.

Antara tempat shalat jamaah dengan tempat wudhu pun ada jarak yang cukup luas bisa digunakan untuk ibu-ibu yang membawa anak kecil, banyak juga dedek-dedek berlarian di area ini. Senang sekali rasanya melihat usia mereka sudah diajak mengenal Allah di rumah Allah ini :')

Bagian depan kiblat dilengkapi dengan hiasan kaligrafi cantik berwarna emas, lengkap dengan jam digital yang menunjukkan waktu shalat. Kali ini ada yang berbeda, jam nya tidak hanya menunjukkan waktu shalat tapi juga running text berisi hadits yang bisa dibaca dengan mudah oleh jamaah yang duduk.

Masjidnya adem banget. Bukan adem akibat pendingin ruangan, tapi memang adem sejuk dan bikin betah berlama-lama di ruangan secantik itu. Padahal, Jakarta menuju siang hari adalah waktu matahari sedang eksis-eksisnya hihi.

Maaf lahir bathin, sayang sekali aku tidak sempat mengambil foto masjid, mungkin saking kagum dengan keindahannya :') Semoga lain kali in syaa Allah aku masih berkesempatan singgah di masjid Nurul Ajam lagi. Aamiin!

18 November 2015

"Jangan mengawasi orang lain.
Jangan mengintai geraknya.
Jangan membuka aibnya.
Jangan menyelidikinya.
Sibuklah dengan diri kalian.
Perbaiki aibmu.
Karena kamu akan ditanya Allah tentang dirimu.
Bukan tentang orang lain.

-Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a

25 October 2015

Kuntum Nurseries Farm Field

Salah satu lokasi liburan yang dibutuhkan oleh mereka yang penat dengan polusi dan hingar bingar kota besar adalah lokasi yang mengajak kembali ke alam dengan segala sajian yang memanjakan mata dan otak. Bagi warga di Jabodetabek, tempat ini bisa banget dihampiri, lho! Namanya Kuntum Nurseries Farm Field. 

Kuntum Nurseries ini terletak di pinggir Jalan Raya Tajur, Bogor. Disana kita akan disuguhkan dengan bermacam hal mengenai dunia pertanian. Ya pertanian itu luas, bukan? Setelah membayar tiket masuk seharga Rp 40.000 di hari libur, kita dapat menemukan kandang-kandang hewan seperti marmut, kelinci, kambing, domba, dan sapi. Disana juga dijual bermacam bentuk pakan, seperti sayur-sayuran dan pelet yang ditempatkan dalam satu bakul anyaman kayu untuk marmut dan kelinci. Juga ada susu untuk sapi yang dikemaas dalam botol dot susu seperti bayi manusia, ukuran kecil untuk si anak sapi, dan ukuran besar untuk si induk sapi. 
Pakan kelinci dan marmut
Sumber: dok.pri

Setelah puas di kandang hewan mamalia ini, kita dapat melanjutkan perjalanan menuju kandang aves! Disana kita akan disambut oleh ayam-ayam, itik-itik, entok-entok, dan angsa-angsa. Di tempat ini, hewan-hewan hidup sebagaimana habitat mestinya. Pakan yang diberikan pun pakan yang baik. Pengunjung tidak diperkenankan membawa dan memberikan pakan selain yang disediakan oleh pihak Kuntum.  

Kandang domba
Sumber: dok.pri
Kandang marmut
Sumber: dok.pri
Kandang kelinci
Sumber: dok.pri
Kandang kambing
Sumber: dok.pri

Memasuki jam makan siang, Kuntum memiliki rumah makan saung yang sangat sejuk dan nyaman untuk bersantai. Makanan yang disediakan pun bisa merupakan ikan hasil pancingan di danau di dalam area Kuntum. Jika budget yang dibawa terbatas, kita juga diperbolehkan untuk piknik lucu dengan duduk-duduk di sekitar danau dan membuka perbekalan kita. Selain pemandangan danau pemancingan, kita juga dapat menikmati suasana perkebunan lengkap dengan trek berkuda yang lebih menjorok ke dalam lagi.

Kandang aves
Sumber: dok.pri
Perlu diingat bahwa tempat ini tidak hanya untuk mengajak anak-anak bermain dan belajar lebih dekat dengan alam yakni hewan dan tumbuhan, tapi juga sangat bermanfaat untuk tetua yang ingin menikmati kesejukan pikiran, mata, dan hati. Ah :')
Area perkebunan dan trek berkuda

De Mata De Arca Yogyakarta

Bagi teman-teman yang ingin mencari hiburan di Kota Yogyakarta namun memiliki keterbatasan waktu, aku merekomendasikan tempat ini. Berawal dari info ibuku yang katanya di Yogya ada museum unik yang memamerkan patung lilin 3D menyerupai tokoh dunia untuk berfoto ria. Seperti Maddame tussoid di negara-negara lain, katanya. Museum ini terletak di kawasan XT Square, Jalan Veteran Padeyan, Yogyakarta.

Namanya Museum De Arca.
Melihat dari namanya, pantas museum ini dinamakan arca yang artinya adalah patung. Menggunakan istilah "arca" pasti supaya kental unsur budaya Indonesia nya. Setelah memasuki pintu masuk museum, kita akan disuguhkan dengan replika pahlawan Indonesia, tokoh-tokoh sejarah lainnya, tokoh kartun, bahkan aktor dan aktris dunia. Demi menjaga kebersihan lokasi, di tempat ini pengunjung juga tidak diperkenankan menggunakan alas kaki ketika berkeliling.


Museum de arca
Sumber: dok. pri

Selain museum ini, ada baiknya kita juga melipir ke museum sebelah. Ya, letaknya hanya bersebelahan. Berbeda dengan De Arca yang hanya ada di Yogyakarta, museum yang satu ini tidak hanya terdapat di Yogyakarta tetapi sudah ada di beberapa kota besar lain di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, dan Palembang.


Namanya Museum De Mata.
Museum ini merupakan museum yang menyajikan beberapa trik dalam seni fotografi. Mengusung konsep background 3 dimensi, maka dengan berfoto kita akan seolah dibawa menikmati suasana sebagaimana tergambar disana. Pada setiap spot foto, kita juga diberi arahan posisi obyek foto dan pengambil foto agar menghasilkan foto yang maksimal.

Ada berbagai patung mulai dari aktor dan aktris terkenal, pahlawan Indonesia, tokoh-tokoh berpengaruh, dan banyak lainnya. - See more at: http://www.dearcamuseum.com/#sthash.BPpCTlKd.dpuf
Ada berbagai patung mulai dari aktor dan aktris terkenal, pahlawan Indonesia, tokoh-tokoh berpengaruh, dan banyak lainnya. - See more at: http://www.dearcamuseum.com/#sthash.BPpCTlKd.dpuf
Museum de mata
Sumber: dok.pri



Harga tiket masuk terusan kedua museum ini adalah Rp 75.000. Sedangkan jam kunjung museum adalah pukul 10.00-20.00.

Selamat berfoto ria \o/

http://www.dearcamuseum.com/
http://www.dematamuseum.com/ 

19 October 2015

Kereta Keraton di Museum Kareta Karaton

Museum Kareta Karaton. Tapi kebanyakan orang (termasuk aku) menyebutnya dengan Museum Kereta Keraton. Museum ini adalah salah satu daftar tempat yang layak dikunjungi ketika berlibur di Yogyakarta.  Museum yang mulai buka pukul 08.30 sampai dengan pukul 16.00. ini berada di sebelah barat Alun-alun utara atau tepatnya di Jl. Rotowijayaan. Untuk dapat berkeliling di dalam museum kareta keraton ini pengunjung dikenai biaya tiket masuk Rp 3.000. Guide lokal disediakan jika ingin lebih mengetahui lagi tentang informasi koleksi kereta yang ada di museum ini dengan biaya seikhlasnya dari pengunjung. 

Pintu masuk museum
Sumber: http://mahakam24.blogspot.co.id/2013/12/mengintip-koleksi-museum-kereta-di.html

Tempat yang kental dengan adat dan hawa keraton ini memang membuat decak kagum pengunjung saat mendengarkan guide bercerita tentang kisah masing-masing koleksi kereta di dalamnya. Ada tiga jenis kereta keraton yang berada disini yaitu kereta dengan atap terbuka dan beroda dua, kereta atap terbuka dan beroda empat, dan kereta atap tertutup dengan roda empat. Koleksi kereta di museum ini terawat dengan sangat baik, tanpa perbaikan dan masih dalam wujud serta cat yang sama sejak pembuatan. Beberapa diantaranya masih sering digunakan untuk acara tertentu di Keraton Yogyakarta.

Semua koleksi kereta di dalam museum ini memang sangat dijaga kelestariannya. Masing-masing kereta memiliki nama nya sendiri sesuai dengan peruntukan peruntukannya. Mereka diberi nama dengan kata "Kyai" atau "Kanjeng" di depannya sebagai bentuk penghormatan. Selain memiliki nama agung, koleksi kereta keraton ini juga selal mendapat penghormatan berupa ritual yang diberi nama jamasan. Jamasan ini meliputi kegiatan memandikan, memberi 'makan' dengan sajen, dan mendoakan. Berdasarkan kepercayaan keraton, ritual jamasan ini diadakan pada Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pertama setiap bulan Suro berdasarkan kalender Jawa.


Berikut latar belakang cerita masing-masing kereta yang didapatkan dari guide lokal museum:

Kereta Kanjeng Nyai Jimat : koleksi museum kereta keraton jogja ini Kereta hadiah Gubernur Jenderal Jacob Mossel dari Spanyol ini dahulunya sebgai alat transportasi sehari hari oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I-III, ditarik 8 ekor kuda, ini merupakan produksi Belanda tahun 1750. Kondisi saat ini masih asli antara lain pegasnya yang terbuat dari kulit kerbau. Merupakan Kereta Pusaka yang tiap tahun dilakukan Jamasan.

Bentuk kereta ini sangat indah dan mirip dengan kereta cinderela yang ada di dongeng-dongeng dengan bagian depan seperti ada sebuah patung wanita yang menyangga kereta tersebut dan diberi untaian bunga. Ketika memasuki ruangan di mana kereta ini diletakkan dan juga saat akan memotret kereta ini di pemandu selalu memberikan semacam salam sungkem guna meminta izin kepada penunggu kereta ini. Konon katanya kereta ini hanya digunakan oleh Sultan dan Kanjeng Ratu Kidul. Hingga saat ini setipa bulan suro kereta ini masih dijamasi/dibersihkan. Kata pemandu juga tiap memotret kereta ini, berebeda orang akan berbeda pula hasilnya.


Koleksi kereta
Sumber: http://andikaawan.blogspot.co.id/2011/04/museum-kereta-keraton-yang-menyimpan.html


Kereta Mondro Juwolo : Koleksi museum kereta keraton jogja ini di produksi Belanda tahun 1800 merupakan kereta bagi Pangeran Diponegoro yang ditarik 6 ekor kuda. Kondisi saat ini sudah dicat ulang untuk keperluan Festival Keraton Nusantara

Kereta Kyai Manik Retno : Koleksi museum kereta keraton jogja ini di Produksi Belanda dibeli tahun 1815 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IV, digunakan sebagai kerete pesiar bagi Sultan bersama Permaisuri yang ditarik 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Jolodoro : Koleksi museum kereta keraton jogja ini diproduksi Belanda tahun 1815 merupakan peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono IV. Sais berdiri dibelakang dan ditarik 4 ekor kuda.

Kereta Kyai Wimono Putro : Koleksi museum kereta keraton jogja dibeli tahun 1860 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, digunakan pada saat pengangkatan Putera Mahkota dan ditarik oleh 6 ekor kuda. Kondisi saat ini masih asli.

Kereta Garuda Yeksa : Koleksi museum kereta keraton jogja ini di produksi Belanda tahun 1861pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI, dipergunkan pada saat penobatan Sultan dan disebur juga sebagai Kereta Kencana, ditarik delapan ekor kuda yang warna dan jenis kelaminnya sama. Kondisi masih asli termasuk lambing burung garuda yang terbuat dari emas 18 karat seberat 20 kg dan merupakan desain dari Sri Sultan Hamengku Buwono I

Kereta Kyai Harsanuba : Koleksi museum kereta keraton jogja ini dibeli tahun 1870, digunakan sebagai transportasi sehari hari Sri Sultan Hamengku Buwono VI – VIII dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Kyai Jogwiyat : Koleksi museum kereta keraton jogja ini produksi Den Haag Belandatahun 1880 merupakan peninggalan Sri Sultan Hamenghku Buwono VII digunakan oleh Manggala Yudha atau semacam panglima perang. Pada saat Sri sultan Hamengku Buwono X menikahkan putrinya kereta ini digunakan, namun sudah mengalami renovasi antara lain catnya.

Kereta Roto Biru :  Koleksi museum kereta keraton jogja ini produksi Belanda tahun 1901, dipergunakan untuk manggala yudha pada waktu itu dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Kus Sepuluh : Koleksi museum kereta keraton jogja ini  produksi Belanda tahun 1901 pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, aslinnya adalah kereta landowerdan bisa dipergunakan untuk pengantin. Kondisi sudah dirubah catnya.

Kereta Kus Gading : Koleksi museum kereta keraton jogja ini produksi Belanda tahun 1901, dibeli pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan ditarik 4 ekor kuda.

Kyai Rejo Pawoko : Koleksi museum kereta keraton jogja ini produksi tahun 1901, pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, diperuntukkan bagi adik-adik Sultan dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Landower Wisman : Koleksi museum kereta keraton jogja ini dibebli dari Belanda tahun 1901 dan direnovasi tahun 2003, digunakan sebagai transportasi Sultan dalam memberikan penyuluhan pertanian dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Landower : Koleksi museum kereta keraton jogja ini dibeli tahun 1901 dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Premili : Koleksi museum kereta keraton jogja dirakit di Semarang tahun 1925 dengan sukucadang dikirim dari Belanda, dipergunakan untuk menjemput penari-penari keraton dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Kyai Kutha Raharjo : Koleksi museum kereta keraton jogja diproduksi berlin dan dibeli tahun 1927 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, digunakan untuk mengiringi acara-acara yang diadakan keraton dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Roto Praloyo : Koleksi museum kereta keraton jogja dibeli tahun 1938 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII merupakan Kereta Jenasah dan pernah dipakai untuk pemakaman Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan ditarik 8 ekor kuda.

Kereta Kyai Jetayu :  Koleksi museum kereta keraton jogja dibeli tahun 1931 diperuntukkan bagi puteri=putrid sultan yang masih remaja, ditarik 4 ekor kuda dengan pengendali langsung diatas kudanya.

Kereta Kapulitin : Koleksi museum kereta keraton jogja dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII, sebagai kereta pacuan sehingga hanya ditarik 1 ekor kuda

Kereta Kyai Pustoko Manik : Koleksi museum kereta keraton jogja diproduksi di Amsterdam Belanda, dipergunakan un tuk mengiringi acara keraton termasuk mengiringi pengantin dan ditarik 4 ekor kuda

Kereta Landower Surabaya : Koleksi museum kereta keraton jogja ini diproduksi di Swiss dipergunakan untuk penyuluhan petani di Surabaya

Kereta Kyai Noto Puro : Koleksi museum kereta keraton jogja diproduksi di Belanda pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII, dipergunakan untuk aktivitas perang. Dan ditarik 4 ekor kuda, kondisi sudah mengalami renovasi


Sumber:
http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/menengok-sejarah-kereta-kuda-di-museum-kereta-keraton-yogyakarta
http://mahakam24.blogspot.co.id/2013/12/mengintip-koleksi-museum-kereta-di.html
http://www.wisatajogja.co.id/museum-kereta-keraton-jogja/
http://andikaawan.blogspot.co.id/2011/04/museum-kereta-keraton-yang-menyimpan.html

19 September 2015

Berhentilah menanyakan dan mulailah mendoakan

  6 comments    
categories: 
"Kapan nikah?"

Entah apa yang ada di pemikiranku dulu saat 'iseng' menggoda lingkunganku dengan pertanyaan seperti itu. Percayalah, keingintahuan atas dasar kepo bahan pembicaraan, perhatian yang sejati, maupun basa-basi semata, itu semua dapat terlihat dengan sangat jelas. Sejak aku sampai di masa-masa menjadi sasaran tembak atas pertanyaan sakral itu, aku mulai menyadari rasa malas untuk menanggapinya. Aku perlahan mengerti dan enggan menanyakan pertanyaan serupa ke lingkunganku. Bukan aku tidak perhatian, tapi justru aku sangat perhatian. Aku menyayangi lingkunganku dengan enggan melontarkan pertanyaan yang bisa jadi membuat beban pikiran. 

Siapa yang bisa menjamin bahwa tawa yang menyertai jawaban "hahaha doain aku segera nyusul yaa!" adalah memang tawa riang gembira ikhlas bukan justru tawa yang terdengar hambar dipaksakan (?) Siapa yang bisa menjamin bahwa pertanyaan kita tidak akan memenuhi pikirannya hari itu hingga akhirnya ia luapkan dengan letihnya pada Tuhannya dalam sujud malamnya (?)
Siapa yang bisa menjamin (?)

Ah.
Padahal siapa yang tau bahwa ikhtiar orang tersebut sangat luar biasa untuk hal yang satu ini.
Padahal bisa jadi rintangan yang ia lalui perihal restu orangtua sangatlah sulit.
Padahal bisa jadi sholat istikharahnya membawanya kepada jawaban yang sejatinya sulit ia terima.
Padahal mungkin memang orang yang sangat spesial ini disimpan Allah baik-baik kelak untuk di waktu yang tepat mendapatkan pasangan yang Allah pilihkan.
Dan masih banyak "padahal-padahal" yang lainnya :)

Lalu
Kamu tau apa?

Setiap orang punya jalan berbeda, punya permasalahan berbeda, punya ikhtiar berbeda. Jika memang betul sayang, tahanlah pertanyaan itu. Bukankah ikut mendoakan diam-diam tanpa banyak bertanya itu bentuk perhatian yang paling manis? 

Tidak menginfokan status dan rencana perihal ini itu adalah hak segala bangsa. Jika waktu untuknya dari Allah telah tiba, toh kita akan mendapat kabar bahagia berupa undangan kok.

Berhentilah menanyakan dan mulailah mendoakan lingkunganmu, Gita :)

4 August 2015

Ridho ayah untuk gadis kecilnya

Keutamaan muslimah harus -berwali- saat menikah pasti banyak hikmahnya. Betapa Allah sangat melindungi kaum hawa. Setiap orang memiliki perjuangan dengan jalan dan rintangannya sendiri demi menuju hubungan yang halal. Nah, jika salah satu rintangan justru berada di wali kita (re: Ayah), harus gimana selanjutnya?

 Sumber: http://surya-uya.tumblr.com/


Well, menurutku, jawabannya hanya satu, nurut selama itu baik.

Menikah memang harus disegerakan ketika mampu. Mampu dari berbagai sudut pandang. Tidak baik jika kita menunda hal baik, termasuk pernikahan. Tapi, sekali lagi wali adalah beliau yang 'bertanggungjawab' pada kita (wanita) dalam sebuah pernikahan hingga berlangsungnya kehidupan berumahtangga. Dalam hal ini aku akan mengambil contoh, ayah (kandung) sebagai wali kaum hawa di suatu pernikahan. 

Ayah adalah laki-laki pertama yang mencintai kita dan kita cintai. Beliau orang yang paling mengenal kita luar dan dalam. Beliau paham bagaimana anak-anaknya tumbuh. Sudah sampai mana fase anak ini beliau didik dan akan dibawa ke arah mana kehidupannya. Sebagai orang yang paling memegang andil bertanggungjawab terhadap gadis kecilnya, sangat manusiawi jika Ayah ingin gadisnya mendapat yang terbaik untuk hidupnya. Ayah ingin gadisnya dapat mendidik keturunannya kelak menjadi generasi yang shalih dan shalihah. Demi mewujudkan itu semua tentu tidaklah mudah, gadis ini harus menjadi pribadi yang kuat. Ayah lah yang paham apakah putrinya sudah mampu atau belum, sudah siap atau belum, walaupun keinginan kuat muncul dari diri si gadis. 

Jika dirasa gadis kecilnya belum cukup kuat dalam memegang segala amanah rumahtangga nanti, pasti ayah hanya ingin dia terus belajar. Ayah hanya memberi waktu sembari terus melihat bagaimana gadis kecilnya belajar. Ayah terus memerhatikan perjuangan gadisnya menghadiri kajian kesana kemari memupuk ilmu agama guna persiapan menjadi madrasah pertama utk keturunannya kelak. Ayah terus memerhatikan gelak tawa anak gadisnya saat salah menyebutkan satu nama bumbu dapur yang diberikan Ibundanya di dapur. Ayah terus memerhatikan gadisnya yang mulai cakap melakukan perhitungan dan manajemen uang hasil jerih payahnya sendiri. Ya, satu demi satu syarat perkembangan gadisnya ini mulai terpenuhi. Daftar di tangannya makin penuh dengan tanda centang. Dan ayah mulai yakin untuk melepas gadis cantiknya untuk dibimbing oleh suaminya kelak.

Berpikirlah positif. Berprasangkalah baik. Ridho Allah ridho orangtua. Kapan lagi seorang gadis bisa mematuhi dan mentaati semua perintah orangtua? Hanya sampai ayah  menjabat tangan calon suaminya saat ijab qabul. Setelah itu hilang semua kewajiban gadis utk mematuhi perintah ayah ibu setelah Allah dan RasulNya. Ya, karena setelah itu suaminya lebih berhak dibanding kedua orangtua, dibanding ayah yang notabene cinta pertama si gadis. Ayah mana yang cuma-cuma rela lahir bathin menyerahkan anak gadis kesayangannya kepada laki-laki asing yang baru dikenalnya. Jika tidak karena ibadah kepada Allah dan bagian dari sunnah Rasul, yakinlah mungkin tidak ada ayah yang bersedia 'menukarkan' gadisnya dengan mahar apapun itu. Percayalah, ayah ingin putri manisnya bisa menjadi istri shalihah untuk laki-laki terbaik.



22 July 2015

Travel Partner yang cocok = Backpack yang nyaman


Teman-teman yang hobi traveling pasti akan concern banget dengan hal yang satu ini. Ibarat memilih backpack yang fit, perihal pemilihan travelpartner juga akan sama sulitnya. Harus klop, karena bukan tidak mungkin teman ini justru akan menghancurkan ekspektasi tinggi kita akan sebuah rencana perjalanan. Sejatinya kita memang ndak boleh pilih-pilih untuk berteman, tapi untuk urusan perjalanan yang notabene beberapa hari kedepan kita akan kuliner, belanja, ngobrol, bahkan tidur dengan orang yang sama, maka karakter teman perjalanan sebaiknya menjadi pertimbangan.

Beberapa kali melakukan perjalanan dengan orang yang berbeda-beda, dengan karakter yang berbeda-beda, membuat aku banyak belajar. Memilih travel partner perlu dipertimbangkan berdasarkan tujuan lokasi perjalanan kita. Misalnya, jika kita akan pergi dengan tujuan mau explore suatu tempat, akan lebih baik jika kita mengajak mereka yang sudah biasa. Jika memang ingin senang-senang, aku cenderung mengajak teman-teman dekat yang paling tidak sudah aku ketahui karakternya. Pun dengan medan lokasi trip, jika kita akan ke pantai, ya kita lebih baik mengajak mereka yang senang dan atau bisa snorkeling, paling tidak berenang.


Berikut sedikit masukan untuk mengajak teman untuk melakukan perjalanan bersama:

1. Fleksibel
Maksudnya adalah tidak ribet. Bukan tipikal perfeksionis, paling tidak bukan perfeksionis untuk urusan liburan. Tujuannya mendaki gunung, tapi bawaannya ribet, bukan bawaan untuk ke gunung. Alhasil harus kembali lagi karena alat yang ketinggalan, atau harus nurutin satu dua hal yang harus sesuai keinginannya. Tragedi ketinggalan kereta, membuat kita memutar otak menggunakan angkutan bus, tapi ternyata dia bukan orang yang nyaman berkendara jalur darat dalam waktu yang lama. Ini harus banget jadi pertimbangan :) Bagaimanapun juga, traveling adalah kegiatan yang akan memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman hidup kita. Tahan diri untuk tidak menuntut ini itu dan menganggap seperti keadaan yang kita biasa rasakan sehari-hari.


2. Satu visi misi
Ini lebih spesifik kayaknya yah. Bisa satu visi misi dalam tujuan liburan, satu visi misi dalam itinerary, atau satu visi misi dalam budget. Ini penting banget karena masalah uang adalah masalah sensitif. Ini berhubungan dengan tujuan perjalanan kita. Apakah traveling ala backpacker atau traveling yang 'niat'. Karena jelas akan berbeda jauh hitungan keuangannya. Jangan sampai antar teman perjalanan tidak sejalan mengenai hal ini. Yang satu mau tidur di hotel, yang satu tidur di rumah singgahnya backpacker :)))


3. Antusias
Ini juga termasuk yang cukup bikin mood kita drop. Disaat lagi hepi-hepinya snorkeling misal, temen kita terlihat 'merengut' dan ngajak kembali ke ppenginapan. Mungkin memang lagi not in the mood atau ada masalah, tapi ya namanya juga liburan, ya ayuk refresh otak sejenak \o/ Belum lagi kalo teman kita adalah orang yang bosenan, jadi kita belum puas di suatu lokasi, dia udah langsung ngajak pindah lagi, pindah lagi, dan atau dia mudah lelah/ngantuk, jadi cenderung menghabiskan waktu untuk tidur. Duh, padahal, tidur bisa di rumah aja :(((
 


4. Hindari si "Apa-apa sendirian"
Ini lebih sering aku dengar dari teman yang suka mendaki gunung. Biasanya ada saja terselip satu orang diantara rombongan yang ngeloyor aja jalan paling depan duluan tanpa babibu, tanpe memperdulikan teman di belakangnya. Ini biasanya dilakukan karena ybs cenderung sudah senior dalam traveling atau sudah pernah melakukan perjalanan serupa sebelumnya, jadi sudah merasa kenal medan. Alhasil, teman-teman di belakangnya memilih mengikuti dia karena tidak mau terpisah. Padahal belum tentu semua kuatnya sama, akan ada teman yang cukup kesulitan mengikuti ritme langkah gerakan teman di depannya. Disinilah toleransi kita diuji. Yah sebagaimana hadits yang sering aku dengar, kurang lebih begini:
"Jika ingin tau bagaimana karakter seseorang, ajaklah ia bersafar"
Ya, karena safar dapat menjadikan kita saling mengenal karakter orang lain.

Setiap orang memiliki karakter dan kebiasaan hidup di keluarga yang berbeda-beda. Di dalam traveling, kita dituntut harus memahami satu sama lain untuk mencegah konflik terjadi. Sangat tidak menyenangkan jika hari-hari traveling kita yang bahkan mungkin jauh dari orangtua, justru kita habiskan dengan berselisih paham dengan teman seperjalanan. Bukan foto bersama mengabadikan momen, tapi justru diem-dieman. Bahaya banget :))

Selamat jalan-jalan bersama travel partner kesayangan!



Sumber:
http://www.pegipegi.com/travel/ini-pedoman-mencari-teman-traveling/
https://tyosukma.wordpress.com/2014/03/15/tips-memilih-teman-perjalanan/

22 June 2015

Rezeki itu ..

Rezeki itu berputar layaknya siklus.
Menahannya, berarti merusak putaran.
Membaginya, berarti menyempurnakan putaran.
Sebagaimana milikmu mengalir pada orang lain,
milik orang lain pun mengalir padamu.

In syaa Allaah .

23 May 2015

Pantai Greweng, pantai pribadi di Gunung Kidul

"Ke Pantai Greweng aja! Bagus banget! Kayak private beach banget! Pas aku kesana, cuma aku sendirian, padahal aku dari pagi sampe siang" kata adik sepupuku mengiming-imingi.

"Serius?? Mau!!" *anaknya gampangan banget, apa-apa mauk* :))

Demi mencapai wisata-wisata alam di Yogyakarta, aku banyak ambil rekomendasi dari postingan-postingan cantik di Instagram. Dan untuk pantai yang satu ini, hmm ndak ada kayaknya. Sepertinya memang benar-benar akan private beach. Ini seru!

Pantai Greweng letaknya di Gunung Kidul. Entah apakah Greweng termasuk ke jejeran 17 pantai cantik di Gunung Kidul, karena memang belum banyak orang yang tau. Di kebanyakan pantai Gunung Kidul, kita dapat mencapainya dengan kendaraan pribadi yang kita parkir di pinggir pantai. Kemudian hanya melangkahkan kaki dari tidak jauh dari kendaraan, kita sudah bisa menikmati pasir pantai yang lembut. Nah, Pantai Greweng ini berbeda dengan yang lain. Medan yang ditempuh lumayan menantang dibanding pantai lainnya.

Menikmati pesona Pantai Greweng, kita dapat memarkirkan kendaraan di Pantai Wediombo. Pantai yang satu ini tidak asing pasti di telinga wisatawan. Pantai Wediombo letaknya lumayan jauh. Sepertinya memang paling kidulnya daerah Gunung Kidul. Haha. Setelah menitipkan kendaraan di rumah sebuah keluarga petani yang memanfaatkan halaman luasnya sebagai lahan parkir, maka keluarga itu akan bertanya, hendak ke pantai mana. Jika kita jawab Pantai Greweng, maka warga sana akan bertanya apakah kita tau rutenya. Ya, rute kesana memang dikenal cukup sulit dan jauh bagi warga sekitar. Mereka akan menawarkan salah satu dr keluarga untuk mengantar wisatawan yang tidak tau lokasinya.



Perjalanan pematang sawah menuju pantai
Sumber: dok.pri

Jalan menuju Pantai Greweng dicapai setelah melalui 2 kilometer perjalanan menanjak dan menurun, tangga-tangga perbukitan, sesekali bonus berupa jalanan lurus di pematang sawah dan perkebunan. Pemandangan indah ijo royo-royo yang sangat jarang ditemui di ibu kota; perkebunan bayam, kacang, pisang, pepaya, dan lain-lain. Selain itu kita juga akan dimanjakan dengan suara-suara alam seperti jangkrik, kera, dan sapi milik para peternak disana. Jalan yang dilalui merupakan jalan kecil dengan lebar jalan yang hanya cukup untuk satu orang saja, kanan kirinya merupakan bukit dan goa. Di beberapa titik kita akan bertemu dengan batu-batuan hitam dengan ukuran sangat besar atau yang biasa disebut dengan batu karst. Saking banyaknya populasi batuan disana, warga biasa menyebutnya dengan hutan batu. Mirip seperti medan menuju Gunung Api Purba, Yogyakarta.


Perjalanan melewati hutan batu menuju pantai
Sumber: dok.pri

Medan yang cukup melelahkan bagi orang tua yang ingin turut serta kesana. Memang demi mencapai sesuatu yang diinginkan, harus ada perjuangan. Stamina dan logistik berupa air minum harus dipersiapkan dengan matang. Layaknya mendaki gunung, tidak usah terburu-buru. Safety first. Jika lelah, istirahatlah :) Waktu tempuh perjalanan untuk mencapai Pantai Greweng sekitar 40-60 menit.

Hampir tiba di Pantai Greweng, kita akan disambut oleh pohon-pohon jati yang mengumpul seakan membentuk sebuah pintu gerbang masuk pantai. Setelah melewati hutan jati itu, kita akan melihat sungai kecil yang jernih, mengalir halus melewati batu-batuan kecil. Air di sungai itu merupakan air tawar. Menengok ke kanan sedikit, kita akan sangat bersyukur akan ciptaan Allah. Pantai Greweng sudah nampak di depan kita. Rasanya langsung lupa dengan perjuangan medan yang dilewati.
Worth it! 



Bukit pengapit Pantai Greweng
Sumber: dok.pri

Pantai ini memang layak dicapai dengan bersusah-susah! Baru kali itu aku melihat pantai di Gunung Kidul yang memiliki pasir putih sangat lembut dengan warna air yang bergradasi hijau dan biru toska. Ah, masih ada yang secantik ini di Yogyakarta! Kali itu aku tersadar, Yogya luas, ga cuma Malioboro! Indonesia cantik, jangan di rumah aja! :)

Pantai Greweng
Sumber: dok.pri

Pasir disana belum banyak jejak kakinya. Tampak sekali lembut dan bersihnya pasir disana. Pantai ini berukuran tidak begitu besar. Diapit oleh dua bukit kecil di sebelah kanan dan kiri pantai. Air pantai yang posisinya paling dekat dengan pasir saja nampak jernihnya hingga bisa terlihat pemandangan berupa karang-karang cantik di dasarnya. Ah, rasanya enggan beranjak pulang dari sini. Tidur diatas pasir merasakan semilir angin dan semua euphoria pantai. Aku sempat berpikir, pantai yang sangat cantik ini, bukan tidak mungkin sebulan duabulan lagi akan menjadi tempat yang sangat ramai oleh orang-orang tidak bertanggungjawab dengan aneka sampah di semua sudut. Semoga saja pantai perawan ini dijauhkan dari mereka perusak alam. Silahkan di explore sendiri bagi teman-teman yang ingin mencapai kesana. Rute yang aku berikan pun sudah sangat memudahkan kok. Silahkan ditafakuri ciptaan Allah yang tersembunyi itu :)) Syukuri nikmatNya, bawa pulang sampahnya :)

22 May 2015

Keliling Banyuwangi bersama Kemunir Tours

Sudah lama sekali aku menginginkan berkunjung ke kota yang dijuluki sunrise of Java. Yes, Banyuwangi (Bwi) merupakan titik ujung paling timur Pulau Jawa. Kerasa banget jauhnya perjalanan menuju sana. Kesempatan pertama main-main disana aku lewati dengan cukup menyesal, maka seketika ngepas banget tawaran info dari abang-abang di Kemunir Tours masuk ke handphone ku, aku langsung meleleh sigap pikir-pikir travelpartner, cuti, dan tiket PP. Kyaaaaa!

Aku sempat lupa bagaimana cerita awalnya aku save kontak Kemunir. Sepertinya memang aku pernah save beberapa kontak yang muncul di web pencarian online ku saat mencari rekomendasi trip ke Bwi. Trip bersama Kemunir dieksekusi tanggal 2-3 Mei 2015 dengan destinasi Ijen Crater, Baluran, Tabuhan Island, dan Menjangan Island. Aku cukup kritis perihal jalan-jalan seperti ini. Sembari cari tahu dari teman yang domisili Bwi mengenai biaya yang ditawarkan Kemunir, googling-googling medan dan spot-spot destinasi, makanan khas Bwi, dan lain-lain. Ah aku lumayan excited menuju norak gitu! :3

Kemunir menentukan meeting point di Surabaya (Sby) dengan tiga pilihan lokasi penjemputan, yakni Stasiun Gubeng, Bandara Juanda, dan Terminal Bus Bungur Asih. Aku yang merupakan penumpang setia moda transportasi kereta api, lebih memilih lokasi penjemputan di Stasiun Gubeng. Berdasarkan info, waktu penjemputan adalah tanggal 1 Mei 2015 tengah malam sekitar pukul 23.30 dan waktu keberangkatan dari Sby menuju Bwi adalah tanggal 2 Mei 2015 dini hari pukul 00.30. Sempat tektok mengenai waktu yang ditentukan ini dengan jadwal kereta api yang ada. Meminimalisir kekhawatiran keterlambatan kereta dan 'ditinggal' oleh Kemunir, akhirnya aku memutuskan cuti tanggal 30 April 2015 dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta hari itu di siang hari, dan tiba pukul 00.15 dini hari di Stasiun Gubeng. Masih ada waktu satu hari aku menikmati kota Sby ini. Keliling singkatku di Sby dapat dilihat disini.

Tanggal 2 Mei dini hari aku berkumpul di Stasiun Gubeng, dan ternyata semua teman serombongan memang merencanakan pertemuan disini. Aku berkenalan dengan Mas Aner, perwakilan Kemunir yang selama ini aku berkomunikasi dan ternyata memang menemani rombongan melakukan perjalanan menuju Bwi dengan minibus yang telah disediakan. Rencana trip kami dalam satu rombongan berjumlah sekitar 15an orang. Saat itu aku mendengar kabar bahwa ada rombongan dari Jakarta yang mengalami delay perjalanan kereta api hingga 4 jam. Karena tidak mungkin menunggu dengan waktu yang sangat lama, Kemunir langsung memutar otak dan berkeputusan cepat untuk mengalihkan trip mereka yang tertinggal. Destinasi mereka diganti menjadi Pulau Merah, salah satu spot kekinian juga di Bwi hehe. Salut, pikirku. Keputusan sulit pasti bagi Kemunir mengubah destinasi awal rombongan yang notabene -jauh-jauh dari Jakarta ngarep ke Menjangan dan lainlain-, tapi ya, setiap apapun pasti ada resikonya :(

Rombongan tiba pukul 04.30 dini hari di kota Sidoarjo dan berhenti di sebuah Rumah Makan (klien Kemunir) untuk sholat Subuh, having earlier breakfast, dan kesempatan bagi mereka yang ingin bebersih. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bwi, sekitar 2 jam-an kami tiba di lokasi pelabuhan tempat keberangkatan menuju destinasi pertama, Pulau Menjangan. Kami diberi kesempatan untuk berganti pakaian snorkling karena di Pulau tujuan nanti tidak ada kamar mandi. Disitu juga kami berkenalan dengan abang tim Kemunir lainnya, Gilang namanya. Mas Aner dan Mas Gilang yang akan menemani kami selama trip dua hari ini. Sekitar pukul 10an kami berangkat dengan perahu menuju Pulau Menjangan. Sekitar 30 menit kami menuju Pulau Menjangan dengan mulai berkenalan dan ngobrol sedikit-sedikit dengan teman-teman baru. Aku memanfaatkan waktu untuk mencari tahu informasi mengenai travel Kemunir. Haha. Kenapa namanya Kemunir? Kata Mas Gilang, "Kemunir" itu bahasa dari suku Osing, suku asli Banyuwangi. Nama "Kemunir" memiliki arti warna merah keoranye-oranyean. Persis warna pepaya hampir matang. Dinamakan Kemunir karena ingin menunjukkan identitas asli lokal milik Banyuwangi. Hmm, nice phylosophy :3

Setibanya kami di Pulau Menjangan, kami diberi kesempatan sekitar 20 menit untuk explore Pulau Menjangan dan berfoto di daratan Pulau. Setelah itu kami kembali ke perahu menuju spot lebih tengah untuk menikmati snorkeling. Berdasarkan info mereka yang bersnorkeling, kehidupan bawah laut di Pulau Menjangan sangat indah. Berbagai macam pesona flora dan fauna laut tersaji di dalam. Kemunir mengajak rombongan untuk snorkeling di dua lokasi berbeda. Menuju lokasi yang kedua, kami melewati Pura Menjangan yang terdapat patung Ganesha. Lokasi yang kedua merupakan perairan yang lebih biru dengan pemandangan dasar laut yang lebih ramai dan cantik. Akan tetapi, lokasi kedua sedikit lebih berbahaya karena arus yang lebih deras dan dasar laut yang lebih dalam.

Dermaga Pulau Menjangan; Sumber: Kemunir
Selamat datang di Pulau Menjangan; Sumber: dok.pri
Underwater experience; Sumber: Kemunir
Pura Menjangan dengan Patung Ganesha; Sumber: dok.pri

Setelah puas snorkeling di Pulau Menjangan, rombongan kembali ke kapal kemudian menikmati santap siang yang sudah disediakan. Perjalanan selama di kapal tidak terasa karena dihabiskan dengan bersendagurau. Teman-teman rombongan yang menghibur juga ditambah bonus guide dari Kemunir yang ramah dan membaur dengan semua diantara kami. Rombongan kemudian mengikuti perjalanan menuju ke lokasi trip kedua yakni Pulau Tabuhan. Review mengenai Pulau Tabuhan dapat dilihat disini. Di Pulau Tabuhan, kami diberi kesempatan untuk explore pulau, berkeliling menikmati hamparan pulau dengan luas sekitar 5 hektar, dan mengabadikan momen-momen manis selama disana. 

Suasana perjalanan di kapal; Sumber: Kemunir
Salah dua travelpartner satu rombongan; Sumber: dok.pri

Pemandangan gunung dari Pulau Tabuhan; Sumber: dok.pri
Keriaan rombongan di Pulau Tabuhan; Sumber: Kemunir

Kami kembali ke kapal untuk pulang ke penginapan ketika hari mulai senja. Terdapat pengalaman yang tidak dapat kami (khususnya aku) lupakan di perjalanan pulang kembali ke daratan ini. Kapal karam karena memang kondisi air laut yang sedang pasang surut. Kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan. Tidak memiliki pilihan lain, maka kami turun ke lautan untuk kemudian berjalan kaki membelah lautan. Puji syukur saat itu ketinggian air hanya setinggi lutut orang dewasa dan daratan terlihat tidak jauh dari mata kami memandang. Dengan membawa barang bawaan kami bersama-sama menyusuri laut mencoba mencapai daratan. Rombongan kapal lain pun ikut melakukan perjalanan membelah lautan sama seperti kami. Menyusuri lautan dengan berjalan kaki bukanlah hal yang mudah karena terbukti beberapa rekan dari rombongan termasuk aku mengalami sentuhan-sentuhan lucu dari flora dan fauna laut. Ada yang terkena bulu babi, serangga laut, dan lain-lain. Sementara aku hanya tersandung karang yang cukup mengeluarkan banyak darah (hingga hari ini tulisan diterbitkan, bekasnya masih cukup jelas di kaki, jadi bikin makin ingat dengan pengalaman tidak terlupakan yang satu itu hihi). Alhamdulillah kami tidak terlalu lama melakukan perjalanan seperti itu karena ada perahu mesin lain yang datang menjemput. Sayangnya, momen ini luput dari dokumentasi hehe.

Setelah bersih-bersih dan menikmati sedikit santapan senja yakni bakso Banyuwangi (well, bihunnya lucu, warnanya biru hehe), kami langsung kembali ke mobil untuk melakukan istirahat malam di homestay. Malam itu kami menginap di Hotel Tanjung Asri, Banyuwangi. Hotel ini memiliki fasilitas berupa AC, shower air panas, pemanas air untuk minum, dan ruangan yang sangat nyaman dan bersih. Kami diberi waktu berisitirahat guna persiapan pendakian nanti malam. Kami berencana berangkat dari homestay menuju Kawah Ijen pukul 23.00.

Semua rombongan ikut berangkat menuju Kawah Ijen. Setelah mengurus pendakian, rombongan mulai trekking santai dari pos Paltuding. Rombongan naik sekitar pukul 01.00 dan tiba di Kawah Ijen sekitar pukul 04.30. Sepanjang trekking menuju Kawah Ijen, kita akan banyak berpapasan dengan para penambang belerang. Para penambang dengan pakaian tebal, sepatu boot, dan kupluk khasnya, membawa tumpukan beleran di atas pundak-punggung mereka. Menyusuri trek yang cukup berbahaya sepanjang harinya. Belum lagi, gas belerang yang sangat berbahaya. Kawah Ijen ini memang merupakan daerah pertambangan belerang. Hal ini mengindikasikan bahwa Gunung Ijen ini masih tergolong gunung aktif. Di Kawah Ijen, kita bisa menyaksikan fenomena alam yang luar biasa. Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya. Kawah Ijen merupakan danau kawah terluas di dunia. Kawah ini menghasilkan api berwarna biru, yang notabene hanya ada dua di dunia yaitu Islandia dan di Banyuwangi ini. Itulah mengapa Kawah Ijen diberi julukan blue fire. Fenomena api biru ini melengkapi cantiknya Kawah Ijen setelah sunrise nya. Selepas Subuh, jika api biru sudah tidak terlihat, maka wisatawan disajikan dengan pemandangan yang tidak kalah cantiknya, yakni danau belerang yang berwarna hijau toska. Untuk dapat mencapai Kawah Ijen dalam jarak dekat, tidaklah mudah. Wisatawan harus turun bersama guide atau penambang belerang sekitar. Medan yang dilalui pun tidak mudah. 

Selfie dini hari di Kawah Ijen; Sumber: dok.pri

Blue Fire; Sumber: Kemunir
Danau belerang; Sumber: Kemunir



Aku pribadi memiliki kesan tersendiri dengan Ijen ini. Bapak-bapak penambang yang awalnya ku pikir galak-galak itu ternyata salah besar. Di perjalanan turun aku mengajak satu dua Bapak untuk ngobrol dan mendengar cerita Beliau. Banyak pelajaran yang bisa aku petik. Mereka dengan hebatnya mampu memikul 70-80 kg belerang diatas tubuhnya yang bisa dikatakan bukan tubuh muda lagi. Perjalanan berbahaya yang ditempuh pun mencapai 7 km. Bapak-bapak penambang belerang disana sangat ramah dan nampak tulus. Ini terlihat ketika kakiku sempat kram, ada dua Bapak penambang yang sontak berhenti ketika melihat aku duduk selonjor kaki. Nampaknya beliau terbiasa dengan pemandangan seperti ini. 
"Nduk, dilurusin kakinya" (dengan logat jawanya.) Aku yang memang berdarah Jawa merasa mudah memahami bahasanya.
"Balsem ada ndak? Bapak ada balsem kalau mau" kata Bapak yang satunya.
Aku hanya tersenyum dan menggeleng "Matur suwun Pak, sudah bawa."
"Saking pundi tho Mbak?"
Aku yakin Bapak ini kaget aku bisa menjawab dengan Bahasa Jawa.
"Rombongan saking Jakarta Pak. Tapi memang asli Jawa"
Aku pikir kedua Bapak itu pergi setelah bercakap denganku, tapi ternyata tidak. Mereka menunggu sampai aku sehat dan bisa melanjutkan perjalanan lagi. Ah, aku jatuh cinta dengan keramahan warga disana!

Penambang belerang di Kawah Ijen; Sumber: dok.pri
Setelah puas menikmati dan mentafakuri keindahan alam milik Sang Pencipta, kami mulai perjalanan turun yang menghabiskan waktu lebih cepat dari saat penanjakan. Kami kembali dengan kendaraan menuju ke homestay untuk menikmati sarapan dan bersiap checkout lalu menuju ke destinasi akhir, yaitu Taman Nasional Baluran. Perjalanan ke Taman Nasional Baluran dimulai sekitar pukul 12 siang. Billboard bergambar satwa bertuliskan Baluran yang berada di gerbang Taman Nasional ternyata tidak mengindikasikan bahwa lokasi sudah di depan mata, haha. Perjalanan ala-ala off road di jalan yang cukup rusak dan jeplok harus dilalui sekitar 7 km jika ingin mencapai ke Pantai Bama dan 5 km jika ingin mencapai Sabana Bekol. Di Taman Nasional Baluran ini, kita akan dimanjakan dengan dua destinasi wisata yakni salah satunya dalah Pantai Bama yang selain memiliki pantai indah, juga memiliki taman mangrove yang eksotis. Sebagai informasi, mangrove di Pantai Bama ini merupakan jenis mangrove terbesar se-Asia. Selain itu terdapat inti lokasi dari Baluran ini yakni padang rumput sabana yang sangat luas sejauh mata memandang dengan satwa-satwa berkeliaran. Persis seperti di Afrika. Karenanya, tempat ini dijuluki Africa van Java. 

Pantai Bama; Sumber: dok.pri
Rombongan di Pantai Bama; Sumber: Kemunir
Inong di kawasan Mangrove terbesar se-Asia; Sumber: dok.pri
Padang Sabana Bekol
Satwa di Sabana Baluran; Sumber: Kemunir

Africa van Java; Sumber: dok.pri
Rombongan di Taman Nasional Baluran; Sumber: Kemunir
Setelah selesai berfoto-foto menikmati padang rumput yang sangat mengagumkan ini, artinya selesai pula trip Bwi bersama Kemunir selama dua hari ini. Ada rombongan yang harus berpisah karena akan tetap melanjutkan perjalanan di Bwi tapi ada juga yang tetap bersama tim Kemunir. Kemunir mengantarkan kami kembali menuju meeting point awal, yaitu Stasiun Gubeng Surabaya. Perjalanan darat malam hari yang terasa sangat panjang lagi, pikirku, haha. Saat tiba di Stasiun Gubeng, waktu menujukkan pukul 23.30. Dan saatnya kami kembali ke Ibukota untuk menjalani rutinitas sehari-hari \o/ 

Terimakasih Mas Aner, Mas Gilang, Travelpartner serombongan, dan semua pihak yang membantu, sampai jumpa lagi di lain kesempatan!


*) Contoh Itinerarry Tim Kemunir

ITINERARRY OPEN TRIP 2 – 3 MEI 2015

Day 1, 1 MEI 2015
23.30 Penjemputan peserta di meetpoint

Day 2, 2 MEI 2015
00.30 Perjalanan menuju Banyuwangi
04.30 Sarapan di pagi buta
07.30 Pengurusan ijin masuk, cek perlengkapan snorkeling
08.00 Berangkat menuju Pulau Menjangan
09.00 Eksplor Pulau Menjangan (trekking keliling pulau, Pura Ganesa, berlanjut snorkeling ceria)
12.00 Istirahat, makan siang
13.00 Berlanjut ke Pulau Tabuhan
13.30 Eksplore Pulau Tabuhan, bersantai dan berfoto
15.00 Kembali ke Banyuwangi, bersih badan
17.00 Check in hotel
18.30 Makan malam, istirahat persiapan trekking Kawah Ijen

Day 3, 3 MEI 2015
00.00 Berangkat menuju Paltuding
02.00 Treking santai menuju Kawah Ijen
04.30 Melihat bluefire, sunrise, dan view sekitar Kawah Ijen
06.00 Kembali ke Paltuding, istirahat sejenak
07.00 Kembali ke hotel, sarapan
10.00 Check out hotel, melanjutkan perjalanan menuju TN Baluran
11.00 Pengurusan ijin masuk
11.10 Lanjut menuju Bekol
12.00 Eksplore Bekol (Menara Pengamatan dan Savana)
12.30 Berlanjut ke Pantai Bama, makan siang
13.30 Eksplore pantai Bama, mangrove trail
15.00 Melihat satwa di Bekol, perjalanan kembali ke Surabaya
24.00 Perkiraan sudah sampai di Surabaya (Sayonara)

*) Kemunir Tours dapat dihubungi di:
Website: www.kemunir.com
Email: info.kemunir@gmail.com
Twitter & Instagram: @kemunir
Facebook: Kemunir Banyuwangi