3 March 2015

Tuhan maaf, kami sedang sibuk

Tuhan,
Harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan.
Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.

Tuhan,
Harap maklumi kami, hamba-hamba-Mu yang begitu padat rutinitas.
Sehingga kami sangat kesulitan mengatur jadwal untuk menghadap-Mu.

Tuhan,
Kami sangat sibuk.
Jangankan berjamaah, munfarid pun kami tunda-tunda.
Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban yang lima waktu saja sudah memberatkan kami.
Jangankan Senin-Kamis, ayyamul baith, -Daud, bahkan puasa Ramadhan kami sering mengeluh.

Tuhan,
Maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu.
Jangankan sedekah, jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja kami sering lupa.

Tuhan,
Maafkan kami, kekayaan kami belumlah seberapa, kami masih perlu banyak menabung.
Sehingga kami tidak bisa menyisihkan sebagian dari rezeki-Mu untuk memperjuangkan agama-Mu.

Tuhan,
Maafkan kami, kami tak sempat bersyukur. Jiwa kami begitu rakus.
Kami tak kunjung puas dengan nikmat-Mu, sehingga kami kesulitan mencari-cari mana karunia-Mu yang layak kami syukuri.

Tuhan,
Maaf, kami orang-orang sibuk. Bahkan kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu.
Kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu.

Tuhan,
Urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak.
Jadwal kami masih amatlah padat.
Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu.
Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.

Tuhan,
Tolong jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami, karena kami masih terlalu sibuk.



-Ahmad Rifa'i Rif'an
dalam buku "Tuhan maaf, kami sedang sibuk"
dalam bab "Menata hati, membenahi nurani"

3 comments:

  1. Tulisan yang sangat bagus. Jadi pengen baca bukunya :)

    ReplyDelete