23 May 2015

Pantai Greweng, pantai pribadi di Gunung Kidul

"Ke Pantai Greweng aja! Bagus banget! Kayak private beach banget! Pas aku kesana, cuma aku sendirian, padahal aku dari pagi sampe siang" kata adik sepupuku mengiming-imingi.

"Serius?? Mau!!" *anaknya gampangan banget, apa-apa mauk* :))

Demi mencapai wisata-wisata alam di Yogyakarta, aku banyak ambil rekomendasi dari postingan-postingan cantik di Instagram. Dan untuk pantai yang satu ini, hmm ndak ada kayaknya. Sepertinya memang benar-benar akan private beach. Ini seru!

Pantai Greweng letaknya di Gunung Kidul. Entah apakah Greweng termasuk ke jejeran 17 pantai cantik di Gunung Kidul, karena memang belum banyak orang yang tau. Di kebanyakan pantai Gunung Kidul, kita dapat mencapainya dengan kendaraan pribadi yang kita parkir di pinggir pantai. Kemudian hanya melangkahkan kaki dari tidak jauh dari kendaraan, kita sudah bisa menikmati pasir pantai yang lembut. Nah, Pantai Greweng ini berbeda dengan yang lain. Medan yang ditempuh lumayan menantang dibanding pantai lainnya.

Menikmati pesona Pantai Greweng, kita dapat memarkirkan kendaraan di Pantai Wediombo. Pantai yang satu ini tidak asing pasti di telinga wisatawan. Pantai Wediombo letaknya lumayan jauh. Sepertinya memang paling kidulnya daerah Gunung Kidul. Haha. Setelah menitipkan kendaraan di rumah sebuah keluarga petani yang memanfaatkan halaman luasnya sebagai lahan parkir, maka keluarga itu akan bertanya, hendak ke pantai mana. Jika kita jawab Pantai Greweng, maka warga sana akan bertanya apakah kita tau rutenya. Ya, rute kesana memang dikenal cukup sulit dan jauh bagi warga sekitar. Mereka akan menawarkan salah satu dr keluarga untuk mengantar wisatawan yang tidak tau lokasinya.



Perjalanan pematang sawah menuju pantai
Sumber: dok.pri

Jalan menuju Pantai Greweng dicapai setelah melalui 2 kilometer perjalanan menanjak dan menurun, tangga-tangga perbukitan, sesekali bonus berupa jalanan lurus di pematang sawah dan perkebunan. Pemandangan indah ijo royo-royo yang sangat jarang ditemui di ibu kota; perkebunan bayam, kacang, pisang, pepaya, dan lain-lain. Selain itu kita juga akan dimanjakan dengan suara-suara alam seperti jangkrik, kera, dan sapi milik para peternak disana. Jalan yang dilalui merupakan jalan kecil dengan lebar jalan yang hanya cukup untuk satu orang saja, kanan kirinya merupakan bukit dan goa. Di beberapa titik kita akan bertemu dengan batu-batuan hitam dengan ukuran sangat besar atau yang biasa disebut dengan batu karst. Saking banyaknya populasi batuan disana, warga biasa menyebutnya dengan hutan batu. Mirip seperti medan menuju Gunung Api Purba, Yogyakarta.


Perjalanan melewati hutan batu menuju pantai
Sumber: dok.pri

Medan yang cukup melelahkan bagi orang tua yang ingin turut serta kesana. Memang demi mencapai sesuatu yang diinginkan, harus ada perjuangan. Stamina dan logistik berupa air minum harus dipersiapkan dengan matang. Layaknya mendaki gunung, tidak usah terburu-buru. Safety first. Jika lelah, istirahatlah :) Waktu tempuh perjalanan untuk mencapai Pantai Greweng sekitar 40-60 menit.

Hampir tiba di Pantai Greweng, kita akan disambut oleh pohon-pohon jati yang mengumpul seakan membentuk sebuah pintu gerbang masuk pantai. Setelah melewati hutan jati itu, kita akan melihat sungai kecil yang jernih, mengalir halus melewati batu-batuan kecil. Air di sungai itu merupakan air tawar. Menengok ke kanan sedikit, kita akan sangat bersyukur akan ciptaan Allah. Pantai Greweng sudah nampak di depan kita. Rasanya langsung lupa dengan perjuangan medan yang dilewati.
Worth it! 



Bukit pengapit Pantai Greweng
Sumber: dok.pri

Pantai ini memang layak dicapai dengan bersusah-susah! Baru kali itu aku melihat pantai di Gunung Kidul yang memiliki pasir putih sangat lembut dengan warna air yang bergradasi hijau dan biru toska. Ah, masih ada yang secantik ini di Yogyakarta! Kali itu aku tersadar, Yogya luas, ga cuma Malioboro! Indonesia cantik, jangan di rumah aja! :)

Pantai Greweng
Sumber: dok.pri

Pasir disana belum banyak jejak kakinya. Tampak sekali lembut dan bersihnya pasir disana. Pantai ini berukuran tidak begitu besar. Diapit oleh dua bukit kecil di sebelah kanan dan kiri pantai. Air pantai yang posisinya paling dekat dengan pasir saja nampak jernihnya hingga bisa terlihat pemandangan berupa karang-karang cantik di dasarnya. Ah, rasanya enggan beranjak pulang dari sini. Tidur diatas pasir merasakan semilir angin dan semua euphoria pantai. Aku sempat berpikir, pantai yang sangat cantik ini, bukan tidak mungkin sebulan duabulan lagi akan menjadi tempat yang sangat ramai oleh orang-orang tidak bertanggungjawab dengan aneka sampah di semua sudut. Semoga saja pantai perawan ini dijauhkan dari mereka perusak alam. Silahkan di explore sendiri bagi teman-teman yang ingin mencapai kesana. Rute yang aku berikan pun sudah sangat memudahkan kok. Silahkan ditafakuri ciptaan Allah yang tersembunyi itu :)) Syukuri nikmatNya, bawa pulang sampahnya :)

2 comments:

  1. Pantainya asyik yach,,, jadi pengen bisa mengunjungi pantai Greweng... salam Wisata..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak! Iya baguus, tapi mungkin sekarang udah rame yah, 5 bulan lalu kesana masih suepiiii hehe. Recommended! Tapi ndak tau kalo sekarang :")

      Delete