26 December 2015

Tenda Ngemil: Come Hungry Leave Happy!

Salah satu solusi destinasi untuk mereka yang pengen ngemil cantik -kalo kata anak hits jaman sekarang- dengan tempat yang super nyaman buat ngetik-ngetik tugas atau sekedar ngobrol-ngobrol manja, Tenda Ngemil ini bisa kita pilih. Melihat review yang menyebutkan kalau Tengil -begitu Tenda Ngemil biasa disebut- ini selalu kebanjiran order di malam hari alias waiting list, maka sangat disarankan dateng kesana di jam-jam sore karena Tengil udah buka dari jam 16.00 kok!~

Suasana dalam Tenda Ngemil
Sumber: dok.pri
Tenda Ngemil ini didesain dengan bangunan berbentuk tenda besar dengan meja kursi kayu. Masuk ke Tengil, kita akan disambut oleh senyuman ramah para kaum adam andalannya Tengil -semua crewnya termasuk chefnya laki-laki-. Daftar menu nya berbentuk booklet diatas talenan dengan desain yang manis. Menu yang menggiurkan dengan harga yang masuk akal di Tengil dijamin bikin bingung pas nulis pesenan. Menu-menu favoritnya ditandai dengan tanda jempol di daftar menunya jadi bisa memudahkan kita milih mana menu yang recommended.
Menu Pancake Oreo Tenda Ngemil
Sumber: dok.pri
Tenda Ngemil menyediakan menu cemilan berbasis tepung seperti pancake, roti bakar, dan kue cubit dengan aneka rasa plus topping seperti marshmallow, oreo, fruity pebble, keju, dan lain-lain. Sebagai bocoran, semua menu pancake disini enak pol! Untuk pengunjung yang ndak mau roti-rotian, jangan watir, karena Tengil menyediakan varian menu lain seperti pisang bakar, mi instan, dimsum, chicken wings, dan menu-menu ringan lainnya. Sayangnya, pisang yang sempat aku pesan masih belum begitu pas matangnya hiks. Mungkin satu dua hari kemudian aku kesitu baru pas tingkat kematangan pisangnya. Urusan minuman, aku sih teh tawar jumbo -iya jumbo karena gelasnya segede ukuran bagong-. Kalau lagi kelaperan kehausan dan kekangenan sama temen, ayuk banget ih melipir ke Tenda Ngemil \o/

Daftar Menu Makanan
Sumber: dok.pri
Daftar Menu Makanan
Sumber: dok.pri
Daftar Menu Minuman
Sumber: dok.pri


Lokasi: Jalan Raya Joglo nomor 5A. Posisinya kira-kira 100 meter di sebelah kanan jalan setelah lampu merah McDonald Joglo (dari arah Meruya).
Tenda Ngemil tampak depan
Sumber: IG salah satu owner

12 December 2015

Moz5, solusi para muslimah

Penasaran dimulai sejak beberapa bulan lalu ketika aku membaca review mengenai Moz5 salon yang namanya beberapa kali muncul setelah aku mengetik "salon muslimah" di mesin pencarian online. Tapi yagitu kesibukan tetap menyita waktu dan tidak terpikirkan hal kurang penting sejenis itu hahaha *gaya*. Sampai akhirnya kemarin aku membaca salah satu postingan teman di Path yang lagi treatment di Moz5. Jadi keingetan review yang tempo hari dan mulai nanya-nanya ke si pemilik akun. Hehe maklum anaknya gampang kepancing dududu~ 

Moz5 Salon
Moz5 Salon tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Berhubung beberapa review para blogger yang mengatakan kalo ke Moz5 Salon harus booking, jadilah aku caritau kontak Moz5 Salon Palmerah yang notabene terdekat dengan tempat tinggal. Setelah tercatat untuk perawatan facial pukul 13.30, Mbaknya dengan ramah menjelaskan bahwa perawatan facial di Moz5 terdiri dari facial alami, facial Wardah, dan facial Sariayu lengkap dengan info harganya masing-masing. Aku memilih Wardah.

Lokasi Moz5 Salon dapat ditemukan dengan mudah di depan BRI Kemandoran 3, karena spanduk yang cukup besar dan jelas. Baru membuka pimtu Moz5 Salon, aku langsung senyam-senyum sendiri. Ruangan si Mba resepsionis ini tidak begitu besar tapi begtu cantik dengan nuansa pinknya. Di depan pintu disajikan jejeran botol dan toples unik dikemas dengan menarik berisi produk-produk perawatan "Moayu", merek produk milik Moz5 Salon sepertinya. Aku tertarik mendaftar sebagai anggota hanya dengan biaya Rp 45.000 selama satu tahun. Atau jika bisa membawa 2 orang teman, kita cukup membayar biaya membership Rp 10.000. Keuntungan menjadi anggota adalah harga treatment yang lebih murah dibanding non-anggota, perawatan gratis di hari ulangtahun, dan lain-lain.
Ruang tamu Moz5 Salon
Sumber: dok.pri
Ruang tamu Moz5 Salon
Sumber: dok.pri
Produk Moayu
Sumber: dok.pri

Setelah mendapatkan nama Mba yang akan memberikan treatment facial ke aku, aku diberikan baju ganti khusus treatment. Tidak perlu khawatir karena Moz5 Salon hanya wanita saja isinya, forbidden untuk laki-laki hihi. Tidak seperti salah satu salon wanita yang aku pernah icip di bilangan Kebon Jeruk, abang mie ayam bisa bebas keluar masuk membawa mengantar pesanan. Sebelumnya, salon sesteril (steril dari laki2 maksudnya uehehe) ini cuma aku temukan di Bogor saat masih kuliah.

Lantai 1 digunakan untuk perawatan rambut, sedangkan untuk facial berada di lantai 2. Lantai 2 pun tetap cantik dengan mempertahankan nuansa pink di sekelilingnya. Aku melewati sebuah mushola di depan ruang facial. Mushola nya memang kecil, tapi tampak nyaman. Jarang ada salon dengan mushola, nyaman pula.

Lantai satu
Sumber: dok.pri
Musholla
Sumber: dok.pri

Ruang facial memiliki dinding berwarna pink-hijau muda dilengkapi dengan pernak-pernik lucu di dalamnya. Terdapat 4 tempat tidur dengan selimut dan sprei yang juga pink-hijau muda. Di Moz5 Salon juga beberapa kali diputarkan lagu bertema Islami, seperti shalawat Nabi, tentang Ibu, dan lain-lain.

Ruang facial
Sumber: dok.pri
Ruang facial
Sumber: dok.pri

Perawatan facial dimulai. Aku kagum dengan Mbanya yang mengingatkan aku sebelum mulai treatment, "Mbak, bismillah dulu ya". 

Tahap pertama, wajahku dibersihkan dengan cleanser cream. Kemudian dilap dengan waselap yang sudah dicelupkan ke air dingin. Selanjutnya, wajahku di-scrub dan dilap kembali dengan air dingin. Tahapan scrub ini mulai kerasa nyeri-nyerinya. Wajah penuh komedo dan jerawat nakal emang harus tahan banget kalo facial hahah. Tahapan ketiga adalah dimassage menggunakan massage oil. Massage nya enaaaaak, lumayaan setelah aktivitas full akhir-akhir ini. Kemudian masih dalam proses massage, aku digulirkan hotstone. Batu panas berwarna hitam yang dijalankan di tubuhku. Rilekssss banget rasanya. Maklum baru sekali hotstone begitu uehehe. Setelah itu wajahku diberi cairan -yang aku tidak tau namanya- seperti penyegar gitu, dingin, tapi perih kena jerawat >.< Setelah ditutup mata dengan kapas dingin, wajahku diuapkan atau disteam. Supaya lemak di komedo keluar, kalo kata ibuku. Setelah itu, sampailah di tahap pengeluaran komedo dengan alat yang entah kayak apa -gak keliatan, kan ditutup matanya-. Digesek-gesek, dicungkil-cungkil, biar keluar komedonya. Tapi ndak sesuai ekspektasi, karena aku udah mempersiapkan mental untuk perawatan yang suakit buanget, ternyata ndak. Mbanya hati-hati sekali sehingga aku ndak merasa sakit sama sekali -atau mungkin memang facial itu tidak sesakit yang ku pikirkan ya?- Tapi sayangnya, sepertinya Mbanya ndak begitu detail membersihkan komedonya :( Cepet aja gitu tahapan yang itu, cuma sekitar 15 menit mungkin. Padahal pengennya bisa seeeeeemua hilang sekejap. Hahahah. Setelah dibersihkan kembali, tahap terakhir adalah masker. Pengunjung ditawari pilihan masker organik atau masker Wardah (Jika perawatan dengan produk Wardah). Total waktu yang aku habiskan di ruang facial ini sekitar 1 jam 15 menit.
Produk facial Wardah
Sumber: dok.pri

Sebagai informasi, toilet di Moz5 Salon ini bersih, nyaman ada pot tanaman kecil gitu dan toilet kering gitu bentuknya. Jarang-jarang ada salon yang bersih toiletnya hihi.

Overall aku puas main-main di Moz5 Salon :)) 8.5/10 deh nilainya! *gaya*. Dengan harga terjangkau dapet rangkaian perawatan yang seperti itu sih asik banget yah!
Pengen balik lagi kapan-kapan icip lulur yang legendaris itu atau bahkan paket pranikah nya. -Helah kapan emang :')))-

Catatan:
Biaya facial Wardah 69.000 (harga anggota).


Moz5 Salon Palmerah
Jalan Palmerah Barat
Untuk info macam-macam treatment dan harganya, bisa dilihat disini.

5 December 2015

Pesona Masjid Nurul Ajam

Bangunannya didominasi warna biru emas. Cantik. Bersandingan dengan masjid di sebelahnya yang dominasi hijau.
Masjid Nurul Ajam. Letaknya di dalam kawasan gedung Manggala Wanabhakti. Sudah lama aku mengintip-intip seru ke arah dua masjid cantik ini. Masjid Nurul Ajam terletak bersebelahan dengan Masjid Baiturrahman yang berada di dalam kawasan MPR - DPR. Berbeda dengan Masjid Baiturrahman yang memiliki bentuk bangunan gemuk melebar dengan kubah unik seperti bangunan Keong Mas dan gedung opera Sydney, Masjid Nurul Ajam ini bentuknya ramping meninggi. Kubahnya berbentuk mengerucut di bagian puncaknya. Sama cantiknya.

Hari ini kali pertama aku berkesempatan mampir di Masjid Nurul Ajam. Ketika masuk ke dalam ruang masjid yang tertulis "akhawat" aku bertanya dengan pengurus dimana letak tempat wudhu wanita. Agak heran karena mereka menunjuk ke dalam ruangan masjid karena biasanya masjid memiliki keran wudhu di luar ruangan masjid.

Memasuki pintu masjid, langsung terhampar ruangan luas beratap tidak terlalu tinggi dengan karpet padanan warna hijau - kuning. Huah. Enak banget masjidnya! Aku ke-girang-an :'))
Aku mencari tempat wudhu yang ditunjuk oleh mbak pengurus tadi. Ada dua pintu kaca yang di dalamnya berderet keran-keran wudhu dan beberapa pintu toilet. Waw! Sepertinya aku pernah masuk ke masjid yang tempat wudhu nya letaknya di dalam area masjid, tapi entah kenapa ini beda. Desain interiornya sangat menarik.

Antara tempat shalat jamaah dengan tempat wudhu pun ada jarak yang cukup luas bisa digunakan untuk ibu-ibu yang membawa anak kecil, banyak juga dedek-dedek berlarian di area ini. Senang sekali rasanya melihat usia mereka sudah diajak mengenal Allah di rumah Allah ini :')

Bagian depan kiblat dilengkapi dengan hiasan kaligrafi cantik berwarna emas, lengkap dengan jam digital yang menunjukkan waktu shalat. Kali ini ada yang berbeda, jam nya tidak hanya menunjukkan waktu shalat tapi juga running text berisi hadits yang bisa dibaca dengan mudah oleh jamaah yang duduk.

Masjidnya adem banget. Bukan adem akibat pendingin ruangan, tapi memang adem sejuk dan bikin betah berlama-lama di ruangan secantik itu. Padahal, Jakarta menuju siang hari adalah waktu matahari sedang eksis-eksisnya hihi.

Maaf lahir bathin, sayang sekali aku tidak sempat mengambil foto masjid, mungkin saking kagum dengan keindahannya :') Semoga lain kali in syaa Allah aku masih berkesempatan singgah di masjid Nurul Ajam lagi. Aamiin!