5 December 2015

Pesona Masjid Nurul Ajam

Bangunannya didominasi warna biru emas. Cantik. Bersandingan dengan masjid di sebelahnya yang dominasi hijau.
Masjid Nurul Ajam. Letaknya di dalam kawasan gedung Manggala Wanabhakti. Sudah lama aku mengintip-intip seru ke arah dua masjid cantik ini. Masjid Nurul Ajam terletak bersebelahan dengan Masjid Baiturrahman yang berada di dalam kawasan MPR - DPR. Berbeda dengan Masjid Baiturrahman yang memiliki bentuk bangunan gemuk melebar dengan kubah unik seperti bangunan Keong Mas dan gedung opera Sydney, Masjid Nurul Ajam ini bentuknya ramping meninggi. Kubahnya berbentuk mengerucut di bagian puncaknya. Sama cantiknya.

Hari ini kali pertama aku berkesempatan mampir di Masjid Nurul Ajam. Ketika masuk ke dalam ruang masjid yang tertulis "akhawat" aku bertanya dengan pengurus dimana letak tempat wudhu wanita. Agak heran karena mereka menunjuk ke dalam ruangan masjid karena biasanya masjid memiliki keran wudhu di luar ruangan masjid.

Memasuki pintu masjid, langsung terhampar ruangan luas beratap tidak terlalu tinggi dengan karpet padanan warna hijau - kuning. Huah. Enak banget masjidnya! Aku ke-girang-an :'))
Aku mencari tempat wudhu yang ditunjuk oleh mbak pengurus tadi. Ada dua pintu kaca yang di dalamnya berderet keran-keran wudhu dan beberapa pintu toilet. Waw! Sepertinya aku pernah masuk ke masjid yang tempat wudhu nya letaknya di dalam area masjid, tapi entah kenapa ini beda. Desain interiornya sangat menarik.

Antara tempat shalat jamaah dengan tempat wudhu pun ada jarak yang cukup luas bisa digunakan untuk ibu-ibu yang membawa anak kecil, banyak juga dedek-dedek berlarian di area ini. Senang sekali rasanya melihat usia mereka sudah diajak mengenal Allah di rumah Allah ini :')

Bagian depan kiblat dilengkapi dengan hiasan kaligrafi cantik berwarna emas, lengkap dengan jam digital yang menunjukkan waktu shalat. Kali ini ada yang berbeda, jam nya tidak hanya menunjukkan waktu shalat tapi juga running text berisi hadits yang bisa dibaca dengan mudah oleh jamaah yang duduk.

Masjidnya adem banget. Bukan adem akibat pendingin ruangan, tapi memang adem sejuk dan bikin betah berlama-lama di ruangan secantik itu. Padahal, Jakarta menuju siang hari adalah waktu matahari sedang eksis-eksisnya hihi.

Maaf lahir bathin, sayang sekali aku tidak sempat mengambil foto masjid, mungkin saking kagum dengan keindahannya :') Semoga lain kali in syaa Allah aku masih berkesempatan singgah di masjid Nurul Ajam lagi. Aamiin!

0 comments:

Post a Comment