10 June 2017

NHW 4 : Mendidik Dengan Fitrah, kenapa tidak (?)

Seperti pada NHW 1, aku (masih) tetap ingin memilih, mempelajari, hingga menguasai ilmu ikhlas di Universitas Kehidupan-ku. Sebagai tambahan dari pemikiranku beberapa minggu ini, aku ingin memperdalam ilmu pangan dan ilmu parenting secara Islami. Aku ingin mampu mendidik anak dalam koridor Islam. In syaa Allah. Demi dapat menjalaninya dengan baik, checklist yang sudah ku buat di NHW 2 harus dapat ku jalankan dengan istiqamah. Sejauh ini aku hampir 80% poin-poin di dalamnya sudah dapat ku jalankan dalam peranku secara pribadi, istri, calon ibu, dan lingkungan sekitar, walaupun masih harus terus dicapai konsistensinya.

Pada NHW 3 sebelumnya, aku perlahan memahami maksud Allah menciptakanku di muka bumi ini. Menjadikan aku, seorang Sagita Nindyasari, seorang istri untuk suami pilihanku yang in syaa Allah atas ridho Allah, in syaa Allah kelak memilih aku menjadi ibu untuk anak-anak (kami), dan menempatkan aku di lingkunganku yang sekarang. Tidak ada satu hal kecilpun luput dari maksud dan tujuan indah dari Maha Menentukan. 

Sebagai seorang yang selalu tertarik pada bidang pendidikan anak dan bidang pangan, aku ingin menjadi ibu yang berpendidikan baik dan ingin menjadi agen pangan yang bijak untuk lingkungan pada umumnya dan untuk anak-anak kami pada khususnya. Visi misi sebagai seorang Gita ingin bisa memberikan inspirasi dan manfaat untuk khalayak. Aku ingin berperan sebagai agen. Agen Islam, agen pangan, dan agen pendidikan yang baik. Dalam keluarga, aku (dan suami) pun memiliki tujuan hidup. Ah bukankah tujuan itu adalah tahap akhir? Apa ada yang namanya tujuan hidup? Saat masih dalam kehidupan? Rasanya tidak. Tujuan kami hanya ingin berkumpul bersama keluarga kelak di Syurga. Semoga kami bisa mendidik anak-anak kami dengan ikhlas atas izin Allah dalam koridor Islam. Walaupun kami tahu sekali lagi, ikhlas bukanlah ilmu yang mudah. Apalagi disandingkan dengan ilmu parenting di sisinya. Rasanya mimpi mustahil yang tidak mungkin mustahil atas izin Allah :)

Bidang ilmu parenting Islami dan bidang pangan memang banyak mengambil ruang di otakku. Untuk bisa menguasainya tentu aku harus memiliki tahapan ilmu seperti:
1. Bunda Sayang: ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan: ilmu seputar manajemen diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif: ilmu seputar pangan dan gizi, ilmu seputar bisnis online, manajemen finansial
4. Bunda Saleha: ilmu berbagi

Jika aku menetapkan KM 0 pada usiaku saat ini, 26 tahun, kemudian komitmen tinggi akan mencapai 10.000 jam terbang di bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Artinya, sejak saat inilah aku mendedikasikan 8 jam waktuku untuk mencari ilmu, mempraktikkan, menuliskan bersama suami, dan in syaa Allah menuliskan bersama anak kelak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun sudah dapat terlihat hasilnya in syaa Allah.

Milestone yang direncanakan:
KM 0 - KM 1 (tahun 1; usia 26-27 tahun) : Menguasai ilmu Bunda Sayang
KM 1 - KM 2 (tahun 2; usia 27-28 tahun) : Menguasai ilmu Bunda Cekatan
KM 2 - KM 3 (tahun 3; usia 28-29 tahun) : Menguasai ilmu Bunda Produktif
KM 3 - KM 4 (tahun 4; usia 29 - 30 tahun) : Menguasai ilmu Bunda Saleha

Catatan waktu ini akan menyesuaikan dengan checklist yang sudah dibuat pada NHW 2.

Kedepannya, semoga Allah mudahkan aku belajar menjadi istri dan ibu kebanggaan keluarga. Harapannya semoga apa-apa yang aku tulis bisa perlahan tapi pasti untuk diwujudkan. Tulisan ini bersifat fleksibel dan bisa aku ubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi dan situasi yang mungkin tidak terduga kelak.

Mendidik Dengan Fitrah, kenapa tidak (?) :)




0 comments:

Post a Comment