30 March 2019

Komunikasi Produktif - 2

Hari ini masih tahap percobaan. Aku mencoba menjadikan Naura sebagai sasaran belajarku. Ternyata, belajar berkomunikasi produktif dengan Naura tidak semulus kemarin dengan ayah nau. Sebagai ibu yang 24/7 membersamai Naura, sungguh sulit untuk menjadi ibu yang waras dan lemah lembut sepanjang hari.
Rasanya hanya satu yang aku ingin perbaiki komunikasiku dengan naura. Emosiku ketika marah. Aku hanya ingin berhenti marah-marah. Berhenti berteriak dengan inotasi yang 'kesetanan'. Berhenti menganggap dia manusia dewasa yang terperangkap dalam tubuh mungil. Karena sungguh, teman bicaraku adalah anak yang baru menghirup udara dunia belum ada dua tahun.
Ternyata, hari ini, aku masih gagal memperbaiki semuanya. Intonasi-intonasi tinggi masih keluar. Amarahku masih meledak-ledak jika kami hanya berdua di rumah. Sebagai manusia yang perfeksionis dalam kebersihan dan kerapihan, melihat keadaan rumah yang kacau balau sungguh aku tidak bisa menurunkan ekspektasiku. Rasanya aku masih belum bisa beranggapan -ada anak-anak gakpapa rumah berantakan-. Mudah bagi mereka di luaran sana, tapi susah bagi seorang yang perfeksionis sepertiku. Yang tidak bisa sedikit memaklumi keadaan rumah ini.
:(

0 comments:

Post a Comment