3 April 2019

Komunikasi Produktif - 7

Malam ini kesabaran diuji penuh. Setelah ayahnau berangkat kerja shift malam dan aku kembali berdua Nau lagi. Nau sudah tidur dengan baik sebenarnya. Maksudku, nau sleep training sejak usia 3m dan alhamdulillaah tidak pernah ada masalah seputar jam tidur dan rutinitas tidurnya.

Tapi malam ini lain. Drama kumbara dimulai, haha. Tidak seperti malam-malam lain, dia malam itu ikut keluar saat ayahnya pamit berangkat kerja. Dengan mata yang setengah watt aku mengikuti dia sambil mulai mengeluh mengantuk. Ndak hanya sampai situ, nau saat itu ngajak liat kucing, ngajak ngasih makan kucing. :(

Keinginan tubuh ini istirahat karena seharian belum selonjoran mengalahkan kesabaranku. Amarahku memuncak. Aku marah. Nau nangis jejeritan. Dan itu berlangsung kurang lebih 15 menit. Aku makin marah karena dia akhiri tangis jeritannya dengan muntah. Untuk ibuk-ibuk -yang anaknya masih dalam tahap berusaha makan banyak lahap- sepertiku liat anak muntah rasanya runtuh dunia. Perjuangan nyuapi buyar sudah seakan tanpa hasil. Amarah makin menjadi dua kali lipat. Nau? Sama, makin nangis dua kali lipat.

Aku gendong nau yang terus memberontak minta turun minta keluar. Aku diam tidak berkata-kata, sambil mempertahankan dia di dalam pelukanku. Ketika tangisnya mulai mereda dan sesenggukannya mulai tidak terdengar, aku mulai 'ceramah'. Berusaha memberikan informasi singkat tapi jelas. Minta maaf ketika memang salah.

"Naura, mama minta maaf ya mama marah2. Naura harus tau kalau ini udah malem. Kalau malem itu semua harus tidur. Naura juga sama. Hrs istirahat, tidur. Supaya sehat. Naura hrs nurut sama mama. Gaboleh minta keluar rumah tengah malem gini. Kucingnya juga udah gak ada kok, sama, malem tidur dia."
Lalu dia nengok ke wajahku sambil bilang "Bobok."
"iya kucingnya bobok."
"Pus. Gada" sambil geleng2.
"Iya kucingnya gak ada kalo malem"
Lalu dia minta turun dari gendonganku sambil nunjuk ke kasur.
"Iya. Bobok yuk"
Dan 5 menit setelah aku letakkan tubuhnya di kasur, dia tidur.

Allahuakbar. Rasanya campur aduk jadi satu. Bener-bener jadi ibuk sungguh bukan hal yang mudah.
Maafin mama ya, nau 🙏😞

1 comment:

  1. Ozil gitu kalo.nangis drama muntah, sbenernya marah tuh justru karna ozilnya nangis takut muntah jadinya kesel ke sendiri karna sedih liat anak muntah tapi ujung2nya anak yang dimarahin ya anak tambah nangis jadi nya muntah

    ReplyDelete