4 April 2019

Komunikasi Produktif - 8

Anak balita tantrum di depan umum?
Ibu baru mana yang bisa sangat biasaaa menghadapi ini? hehe.

Hari ini aku pergi setengah hari bareng nau. Iya cuma aku dan naura. Ayahnya belum pulang kerja. Tapi dengan izin dan ridho ayah tentunya.

Tantangan? Awalnya biasa saja bagiku. Karena aku pikir hampir sama saja dengan hari-hari sebelumnya ketika kami pergi berdua. Bukan kali pertama kami pergi berdua dan kami baik-baik saja.
Eternyata hari ini zuper 😂

Hari ini aku pergi menjemput rizqi, ajak nau. Karena di rumah tidak ada yang bisa dititipi. Di TKP, nau masih bisa terhandle dengan baik. Satu jam kemudian, hampir semua barang di sekitar dia jadiin mainan dan dia duduk di bawah untuk main. Mulailah aku deg-degan karena mencium bau-bau akan adanya drama kumbara 😂

Bener aja, dia enggan beranjak dari lantai, menolak digendong, dan marah diajak pergi 😂 Sekeliling mulai ngeliatin dengan tatapan 'anak siapa sih tuh'. Nangis pelan, nangis kenceng, duar lalu jerit-jerit keluaaar dari mulut mungilnya. Aku mencoba biasa tapi kok ya susah 🤣

Lagi-lagi coba terapin cara semalam. Bicara singkat detil alasan mengapa boleh dan tidak boleh. Mengapa mama melarang nau main di lantai di tempat umum. Mengapa nau gaboleh jerit2 di tempat umum. Mengapa nau harus nurut sama mama 😆

Dan masya Allah alhamdulillaah ternyata berhasil. Memang benar semuanya harus dibicarakan baik. Ajak nau bicara seperti dengan orang dewasa. Walaupun dianggap anak kecil tapi in syaa Allah sungguh dia pasti paham.

Coba tolong-tolong dibantu yang pernah pengalaman anak tantrum di depan umum 😆😂🙏

0 comments:

Post a Comment