29 June 2019

Game level 3 Hari 10

Mengasah kecerdasan anak - intelektual.

Sudah lama rasanya kami tidak mengajak nau bermain sambil belajar dengan mainan-mainan edukasi. Hari ini kami mengajak nau bermain lego. Kami pernah mengenalkan lego bentuk balok pada umumnya ke nau tapi dia kurang tertarik. Kurang sensitif dengan lego. Tapi kami tahu betul bahwa lego banyak manfaatnya. Saat itu kami berharap kelak nau tertarik lego.

Hari ini kami mengenalkan kembali lego ke nau. Tapi dalam bentuk lain. Lego roket yang hits pada zamannya. Iya lego jadul memang haha.

Masyaa Allaah tabarakallaah. Responnya baiik. Nau tertarik. Entah karena memang sudah waktunya sesuai usia atau karena bentuknya unik atau yang lainnya.

Dan nau mulai memainkannya, mengasah motoriknya dengan menghubungkan keping lego satu dan lainnya. Mengasah sensorinya dengan melakukan sorting color. Masyaa Allaah 😍

27 June 2019

Game level 3 - Hari 9

Hari ini jadwal kami ke kota lain, Banyuwangi, mengunjungi keluarga besar mbah kung disana. Ayahnau pun kelahiran sana. Ini kali pertama nau ke Banyuwangi hihi alhamdulillaah.

Hari ini jadwal kami padat merayap. Berangkat bada Subuh ke stasiun naik kereta. Tiba disana kami langsung makan siang sego tempong khas Banyuwangi dan lanjut main ke rumah teman yang sudah kami anggap saudara. Disana ada anak seusia naura. Beda 1 tahun sepertinya. Lebih tua kakak itu.

Kembali, manajemen emosi nau (dan kami sebagai orangtua) diuji. Waswas sih apakah nau kembali mampu bersosialisasi dengan anak seusianya. Dan masyaa Allaah jauh lebih mudah dibanding dengan kakak sepupunya di rumah yangti. Padahal dengan anak ini, nau sama sekali belum pernah bertemu.

Nau langsung menuju ke ruang mainan sendirian. Justru kakak itu yang mengikuti nau. Lalu tanpa butuh waktu lama, mereka sudah main bersama. Masyaa Allah alhamdulillaah.

******

Sorenya, kami ke Rumah Apung melihat Baby Shark di penangkaran tengah laut. Lagi-lagi nau mengalami pengalaman pertama dalam hidupnya. Sore itu nau pertama kalinya naik kapal. Ayey!
Sooo, nambahlah kosa kata nau hari ini= kapal. Sembari kami ayah ibunya, bercerita mengenai perjalanan kapal dan apa-apa yang dilihat di sekeliling. Betapa Indonesia indah ini ciptaan Allah dan semoga Nau bisa lurus dalam tauhidnya kepada Allah aamiin :)

Masyaa Allaah tabarakallaah linguistik nau banyak perkembangan ketika mudik ini.

Game level 3 hari 5

Masih tema mudik sambil belajar hehheheh.

Mumpung di kampung halaman, sekalian bermain sambil belajar macem-macem yang bahkan mungkin ndak ditemuin ketika balik Jakarta nanti.

Hari ini nau nambah kosakata baru masyaa Allah alhamdulillaah. Becak.
Dan iya, hari ini juga Nau kali pertama naik becak. Shes sooooooo happyyyyy. Dan bilang "mama mau mama mau mama mau" gitu terus xixixi. Padahal ya cuma 400m paling naik becaknya. Dari depan gang ke toko baju deket rumah haha. Tapi alhamdulillaah sehepi itu.

Sudah sejak hari pertama disini, kami ingin mengenalkan nau pada becak tapi baru sempat hari ini hihi. Selamat bertualang dengan becak, nauuu!

Game level 3 - Hari 8

Puji syukur rumah mbahkung nau punya langgar yang cuma tinggal jalan kaki beberapa langkah aja dari rumah. Langgar atau mushola umum yang nggak begitu besar dan isinya mayoritas keluarga besarnya mbahkung sebagai jamaahnya. Betul-betul kids friendly.

Di rumah jakarta/cile, kami masih sangat takut bawa nau ke masjid karena ukurannya yang luas dan besar, lebih sulit untuk kami mengontrol posisi nau. Pernah, dia tau-tau ngikut kakak-kakak yang mau pulang udah siap mau ke jalan raya hiiii >.<

Salah satu yang kami tunggu di masa mudik ini adalah mengajak nau untuk shalat teraweh bersama, dan nantinya shalat ied bersama di masjid in syaa Allah.

Tahun lalu nau gembira banget di langgar depan rumah ini, tapi dia belum bisa jalan. Mungkin tahun ini dia justru ga berhenti jalan? Hahaha.

********

Alhamdulillaah kali pertama nau dan kakak-kakak diajak ke mushola untuk sholat teraweh. Nau sudah punya mukena sejak tahun lalu dan sudah kami kenalkan dengan mukena. Sholatpun sedikit banyak dia sudah tau bagaimana gerakannya.
Hari ini nau sholat di samping mama sambil ikutin gerakan sampai berdoa walaupun sangat jauh dari sempurna tapi in syaa Allah terus belajar yaaa.

Game level 3 hari 6 & 7

Seminggu sebelum mudik, kami sudah menyiapkan amunisi untuk nau. Amunisinya ya pospak, ya mainan, ya makanan, yang sekiranya susah ditemui atau mahal disana hehehe.

Nah soal mainan, sebagai ibuk-ibuk penjual mainan edukatif, ku juga gakmau waktunya nau sia-sia dalam mainan yang sekali pake rusak buang haha. Jadi kami siapin beberapa mainan edukatif untuk nau main di rumah yangti.

Salah satunya bahan main cocok warna. Nau hari ini main ini bareng kakak sepupunya. Soal main bareng mereka udah cocok alhamdulillaah. Namun soal kemampuan, awalnya sama-sama belum mampu walaupun kakaknau usianya 3.5th. Mungkin karena baru lihat, hal baru bagi mereka.

Sama-sama bingung ini ditaruh mana, kancing ini warnanya di sebelah mana, hehe. Yuk ah belajar lagi besok yaa nau dan kakak hasnaa!

*******

Kyaaaa masyaa Allah tabarakallah setelah kemarin seharian mainan beginian terus, hari ini kemajuan positif untuk nau dan kakaknya :)) Kakaknya sudah mulai menguasai panggung dengan mudahnya, sementara nau masih 40/100 skornya hehe. Yuk belajar lagi naauu 😍

25 June 2019

Game level 3 - Hari 4

Masih belajar untuk memanajemen emosi dengan sibling.

Baru ini kami lihat naura merebut dan mempertahankan apa yang dipunya. Kami tidak banyak intervensi. Kami merasa sudah sounding bagaimana nau harus bersikap kepada sibling di luar kondisi yang sdg berlangsung. Sekarang, jika sedang berhadapan dengan kondisi ini, kami tidak ikut campur. Kami tidak intervensi. Kami biarkan nau berkenalan dengan egonya. Berteman dengan emosinya. Berpikir dengan otaknya. Kemudian menemukan sendiri solusinya. Toh selama tidak ada kekerasan, kami rasa semua dalam tahap baik untuk perkembangan anak-anak.

Sejauh ini kami bisa mengambil simpulan sementara bahwa nau masih bisa mengontrol emosinya. Dia masih dalam posisi anak-anak yang super egois, tidak mau berbagi, berusaha mempertahankan apa yang dipunya, tapi jika tetap direbut, dia tidak menangis.

Proud, nak :')

22 June 2019

Game level 3 hari 3 - Sibling emotion

Sungguh sangat menguras emosi ya ternyataaaa membersamai anak balita yang sedang dalam ego yang setinggi-tingginya dan bermain sama saudara seusia. Duh. Rebutan, berantem, nangis, bener-bener gak ada berentinya :")

Hari ini kami diuji dan ditantang untuk tetap membersamai nau dalam belajar mengelola emosi. Bagaimana nau bisa bersosialisasi di dalam rumah sehari-hari dalam waktu cukup lama dengan saudara yang usianya setahun dua tahun lebih tua dari dia.

Awalnya ini tantangan untuk kami. Ya, bagaimana bapak dan ibuknya mengajarkan mendidik dan membentuk karakter dia ketika bersosialisasi dengan saudara seusia. Karena aku paham, dia adalah bagaimana kami membentuknya atas izin Allah.

Nau sejauh ini hanya sebatas tau ini naura dan itu kakak hasna. Dia juga tau ini mainan naura dan itu mainan kakak hasna. Yang dia belum tau adalah "mainan naura boleh dipinjam kakak hasna" dan "naura tidak boleh merebut memaksa pinjam mainannya kakak hasna" :(

besok belajar lagi ya nak :"")

Game level 3 hari 2

Hari-hari pertama nau di rumah mbahkung Jember bukanlah hal yang mudah untuk nau (juga ayah dan mama) karena nau lagi-lagi tetap hrs beradaptasi walaupun ini sudah kali ketiga nau pulang kampung.

Nggak mau sama siapa-siapa kecuali sama ayah dan mama, bakalan jadi drama setiap hari udah pasti wkwk. Tapi mudik kali ini alhamdulillahnya nau lagi nemploook terus sama ayahnya. Wkwk masya allah nau paham bgt mama mau goler2 delosor nikmatin mudik wkwkwk.

Mencoba sounding ke nau kalau ini lagi dimana, kalau orang-orang di rumah ini siapa aja, dan lain sebagainya. Alhamdulillah(-nya lagi) mudik kali ini tidak sesulit mudik yang lalu karena kakak sepupu nau sudah datang lebih dulu. Jadi nau ada temen main dan langsung hepi. Walaupun sama yangti mbahkong dan tante masih belum nempel.

Nau mengamati satu demi satu anggota keluarga di rumah ini sambil aku kenalkan sambil aku ceritakan sambil aku ajak nau untuk salim. Aku ajak nau berkeliling rumah berharap dia bisa menyatu dengan lingkungan baru ini. Aku ajarkan nau untuk mengenal istilah baru: yangti tante mbahkung yang selama ini di rumah Jakarta tidak ada.

Ya, kosa kata baru yang bisa dia ucapkan lagi masya Allah tabarakallah dan otaknya yang kembali merekam orang baru dan hatinya yang sedang merasakan kasih sayang dari orang yang dia anggap baru :)))

Game level 3 hari 1

Melatih kecerdasan anak.

Akhirnyaaaa masyaa Allah setelah harian bahkan mingguan gak kedentuh tugas iip ini tapi tetap merasa dikejar-kejar hutang. Alhamdulillaah hari ini berkesempatan pegang hp untuk belajar lagi.

Hari-hari di kampung benar-benar membuat kami bahagia seperti isi ulang energi. Jauh dari hiruk pikuk keramaian ibu kota bahkan tidak mengikuti berita politik yang sedang ramai diperbincangkan. Sementara ketika di Jakarta sungguh sehari-hari kami dijejeli dengan suguhan ini di televisi.

Bukan hanya untuk aku pribadi, tapi nau juga hepi sekali pulang ke kampung mbahkong nya :)) Disini nau bisa lihat angsa bebek peliharaan dan sawah. Sederhana memang tapi paling tidak disini aku bisa menunjuk dan memberitau bahkan mengajak nau terjun langsung ke sungai, sawah, dan kandang bebek yang selama ini hanya lewat cerita.

Di kegiatan main di alam hari 1 ini nau mengasah kecerdasan intelektual. Sisi linguistiknya. Alhamdulillah kosa katanya bertambah. Sungai. Padi. Angsa. Dan dia sudah hapal ketika lewat jembatan, dia langsung menunjuk ke luar bawah dan bilang air. Walaupun itu malam hari. Seolah dia hapal bahwa jembatan itu baawahnya sungai yang mengalir.