19 September 2019

Karena dia bukan orang dewasa

Sungguh anak di depan matamu itu adalah anak usia 2 tahun. Baru dua tahun dia beradaptasi di dunia yang sangat asing ini.

Bagaimana mungkin kamu berharap dia memahami keletihanmu (!)
Bagaimana mungkin kamu memaksa dia bekerja dengan rapih dan teratur (!)
Bagaimana bisa kamu mendikte dia ketika lambat dan membentaknya ketika salah (!)
Sementara. Di depanmu adalah makhluk kecil yang berusia baru genap dua tahun saja.

Buang egomu. Egomu yang begitu angkuh seolah Maha di depan anak kecil tidak berdaya jni. Egomu yang memaksamu meyakini bahwa di depanmu adalah makhluk kecil dengan pikiran dan tingkah laku layaknya orang dewasa.

Sungguh Tuhannya akan bertanya kepada mu bagaimana kamu memperlakukannya? Karena Tuhannya sangat menyayanginya dan dia milik Tuhannya. Kamu sungguh tidak sedikitpun ada hak atasnya, karena kamu hanya dipinjami. Sebentar.

Jadi, kamu atau dia yang kekanak-kanakan?

0 comments:

Post a Comment