30 January 2020

Mendongeng - hari 6

Mendongeng dari apa yang ditonton.

Belakangan nau lagi suka nonton Omar Hana. Hampir setiap jam nau minta diceritakan kembali atau bahkan aku harus suka ria mendengarkan ia bercerita apa yang dilihatnya di serial Omar Hana.

Seputar kuman dan cuci tangan. Aku memang belum banyak mengenalkan nau tentang hubungan kuman dan cuci tangan. Sejauh ini baru sebatas mewajibkan dia cuci tangan sebelum dan setelah makan. Tanpa aku bercerita tentang kuman. Tanpa dia tanya pun kenapa-nya. Yang dia tahu hanya -Kalau nggak cuci tangan nanti lengket tangannya kotor-. Udah gitu. Sementara mengenai kuman, dia hanya tau itu ada di gigi yang tidak rajin disikat.

Serial Omar Hana yang lagi berulang kali dia putar adalah mengenai hubungan dari kebiasaan cuci tangan - kuman - sakit.

"Mah, kotor banyak kumaaaaan." Kata nau sambil berirama menyanyi mengikuti ayah Omar.

"Mah, kakak Hana sakit ya. Kakak Hana maem kue dari kakak Omar tp kakak Omar megang kucing. Gak cuci tangan. Jadi banyak kuman di tangan sama di perut ya. Kakak Hana jadi sakit ya. Nau takut sama kuman. Nau gak mau sakit kayak kakak Hana."

Masyaa Allaah.

Yuk cuci tangan naak :")

Mendongeng - hari 5

Buku BBW yang masih jadi favorit-

Salah satunya adalah buku 15ribuan tentang Keledai dan Nabi Uzair.

Buku tipis murah bergizi ini masih sering dibawa nau ke kamar untuk minta dibacakan sebelum tidur.

Kisah mengenai Nabi Uzair yang memiliki keledai dan sangat merawat keledainya dengan baik. Memberi makan dengan telaten. Nabi Uzair tidak ingin menjadi manusia yang dibekali akal tapi tidak digunakan untuk berpikir dan berikhtiar, tak berbeda dengan keledai-nya, pikirnya.

Semoga kami bisa meneladani Nabi Uzair dengan sikap gigihnya dan penuh kasih sayangnya.

Mendongeng - hari 4

Masih Woof kapten egois.

Kami mulai mencoba fokus satu-satunya buku cerita imajinatif yang dimiliki. Mengenai sekumpulan teman hewan yang bermain bola dalam satu tim yang sama.

Woof, serigala yang egois tidak pernah berpihak pada teman tim. Sayangnya, woof adalah kapten. Jika begini terus, posisi Woof bisa diganti oleh pelatih, kata temannya.

Nau mulai berbinar, membuka halaman demi halaman. Dari buku ini nau belajar bahwa menjadi pemimpin yang disukai tidaklah mudah. Bahwa menjadi pemimpin tidak boleh egois dan terus menyalahkan tim.

26 January 2020

Mendongeng - hari 3

Mencoba memulai berkisah mendongeng. Nau mengambil buku mengenai serigala. Satu-satunya buku cerita hewan yang kupunya. Ini juga pemberian dari salah satu kuis disponsori oleh selebgram hehe.

Woof, kapten tim yang egois.

"Mama serigala nya jahat ya?"
"Iya itu serigalanya egois, karena suka marah-marah suka seenaknya sama timnya. Padahal dia jadi kapten jadi ketua nya."
"Ketua apa mamah?"
"Ketua itu bapaknya mereka semua" Jawabku asal sekenanya.

Di fase ini, kegiatan mendongeng sungguh sulit apalagi jika harus bercerita full. Karena akan terselip baanyaaaaak pertanyaan-pertanyaan dadakan baru dari nau haha.

Mendongeng - hari 2

Masih belum bisa memulai mendongeng dalam arti sesungguhnya yang membawa anak ke dalam alam imajinasinya. Yang menuntut orangtua menjadi penuh kreatifitas menceritakan hal spontan.

Kami masih 'sekedar' membaca buku yang memang ranah keluarga kami. Masih menjalananksn rutinitas kelon berdua sebelum bobo dengan membacakan nau satu dua buku yang dia pilih sendiri.

Buku Shalat Yuk menjadi pilihannya malam itu.
Buku baru, pemberian dari temannya. Namanya anak-anak, kalau baru, pasti dibawa-bawa terus maunya hihi.

Aku menceritakan mengenai karakter anak perempuan dan laki-laki dalam keluarga di buku tersebut. Membawa nau seakan berada di dalam alur cerita. Cerita yang real seperti ini memudahkan aku untuk membacakan cerita untuk nau. Cerita yang sama dengan keseharian kami.

23 January 2020

Mendongeng - hari 1. Semua berawal dari buku.

Aku termasuk orangtua yang tidak (atau belum?) mengenalkan naura tentang fabel dan cerita dongeng literally yang fana, terlalu imajinatif, tidak bisa masuk ke akal sehat dunia nyata, ya, sefantasi itu dongeng di mataku.

Bagiku yang idealis ini, masih banyak kisah-kisah inspiratif yang memang nyata dan patut aku kenalkan ke naura. Dan aku masih jauh ilmu dari itu. Setiap berkisah, bukan hanya nau yang mengambil ceritanya, tapi juga aku. Banyak ilmu baru terlebih mengenai kisah-kisah inspiratif seperti Nabi, keluarga, dan atau sahabatnya, yang aku baru tau bahkan dari buku anak ini.

Aku merasa sebagai orangtua, banyak PR ku untuk mengantarkan naura menjadi anak yang mengenal Islam dan selukbeluknya. Bukan hanya Islam yang tau luarnya saja, seperti ibunya. Aku sungguh tidak ingin nau menjadi seperti aku, yang jauh dari ilmu agama. Ikhtiar kami, ikhtiarku, dengan mengenalkan anak pada buku sejak dini. Puji syukur hidup di era ini, dimana buku anak tentang tauhid tentang kisah, banyak sekali. Bervariasi. Dan sangat menarik untuk anak bahkan sejak bayi. Alhamdulillaah semoga Allaah mudahkan.

9 January 2020

Think creative - hari 7

Nau itu super enerjik. Dia juga hobi banget berlama-lama di playground yang bertemakan gym anak dibandingkan yang odong-odong dan perosotan aja. Beeetah banget dan nangis-nangis diajak pulang. Dari naik-naik tangga, lanjut berjalan di jembatan tali simpul, lalu merayap, merangkak, memanjat dinding yang sudah dimodif dengan pijakan kaki dan tangan, baru kemudian meluncur di pasir. Sejenis itu.

Di rumah, kami bingung seperti apa memfasilitasi nau. Memanjat dia hanya bisa memanjat rak tv atau paling ekstrim, jendela. Sementara melatih otot tangan seperti bergelantungan kami tidak punya. Dan hari ini, nau menemukan cara dan area bermainnya sendiri.

Dia membuat terowongan kecil dari rak portable yang terbuat dari kertas dan stik besi. Dalam bentuk rangkaian kotak kecil, dia masuk. Dia buat ukuran sendiri yang muat dia rayapi di bawahnya.

Kemudian dia menuju ke jemuran indoor kami. Jemuran lipat pendek yang biasa untuk haduk itu lho. Dia geser handuk2nya lalu dia bersikap dan bertingkah seakan-akan tiang-tiang horizontal jemuran itu tinggi sekali dan sulit dia raih dengan bergelantungan. Ya, memang betul sedramatis itu wajahnya ketika beraksi.

Dia letakkan kedua tangannya sambil agak bergelantung, dia bertumpu, lalu dia pindahkan tangannya maju bergerak ke depan, lalu dia menghitung sambil diam di tempat.

Tu
Dua
Iga
Mpak

Hao byuuurrr. Lompat dia ke dalam kolam mandi bola favoritnya di rumah.

Hahaha masyaa Allaah bahkan ia menemukan sendiri cara dan arena bermain di rumah yang super minimalis ini :") Terimakasih anak pintar!

Think creative - hari 6

"Mah ini pura-pura apa?"

Setelah udah lama gak nyetok playdoh -karena mamak mumer cuma diawur2 aja dijadiin kuecil2 dan akhirnya kering- mamak memberanikan diri untuk nyediain playdoh lagi untuk nau. Harapannya, di usia nya sekarang paling tidak sudah tertarik dan paham playdoh untuk apa. Mumpung ada diskonan juga sih jadi nyetok hehe.

Ku sudah sounding dari kemarin kalau besok kita mau main lilin. Bisa dibentuk-bentuk dijadiin macem-macem sesuai imajinasi. Warnanya pun bisa sekaligus untuk area sensitif warna untuk nau yang masih belum hafal betul tentang warna.

Hari ini betul saja, nau nagih main playdoh. Bismillaah.

Awalnya dia cutik-cutik pakai sendok, tapi karena cukup dalam jadi lama-lama dia langsung ambil dari cup dengan jarinya.

Aku perhatikan sembari duduk di depannya.

Dia sudah mulai memilin-milin di telapaknya. Agak lama. Sampai kemudian dia bertanya "Mamah, ini pura-pura apa?" Kaget dengernya. Lalu aku sponta menjawab "hmm apa yaa, pura2nya cicak ya itu?" "Bukan, ini udang, bukan cicak" Lalu kami tertawa bersama :")